Belajar Dari Starbucks: Membangun Kepercayaan
Banyak pemimpin yang lebih dahulu menanyakan pekerjaan daripada kabar dari orang yang dipimpinnya. Mereka sangat memperhatikan hasil kerja karyawannya tetapi tidak memperhatikan si karyawan itu sendiri. Bahkan terkadang tidak menyadari kehadiran atau ketidakhadiran orang tersebut di sekitarnya. Mereka tidak terlalu tahu apakah karyawannya sedang mengalami permasalahan dengan anaknya yang sakit atau orang tuanya atau istrinya. Yang penting hasil kerja sesuai yang diharapkan, jika tidak sesuai barulah mereka mencari tahu apa yang terjadi dengan karyawannya. Sikap seperti ini menunjukan bahwa kepentingan organisasi lebih penting daripada karyawan itu sendiri. Read more
Belajar dari Starbucks: Mengetahui Mengapa Anda Ada Disini
Orang cenderung untuk menciptakan rekor baru, sebuah prestasi yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Ini akan menjadi snagat bagus di CV mereka. Ada beberapa perusahaan yang menghasilkan pendapatan yang tinggi dengan memotong pengeluaran yang membuat pemimpin tersebut dianggap berprestasi. Tetapi beberapa tahun kemudian perusahaan mulai bangkrut. Ada yang fokus pada ide-ide besar tetapi justru mengabaikan hal-hal kecil yang penting. Akhirnya mencari jabatan, popularitas, kekuasaan atau uang untuk dirinya sendiri. Read more
It’s Not About The Coffee: Mengenal Siapa Diri Anda
Apa yang sedang terjadi di dalam dunia karyawan? Kebanyakan dari mereka memakai beberapa topi. Ada yang prestasinya biasa saja ketika dalam organisasi atau perusahaan tetapi dia menjadi agen part timer untuk organisasi atau perusahaan lainnya. Ada yang pendiam tetapi menjadi bersemangat di dalam organiasi lainnya. Atau ada yang memiliki lebih dari satu pekerjaan. Apa yang menjadi masalah? Karena mereka memiliki lebih dari satu topi. Read more

