Apa yang Anda cari: Ketenaran?
Suatu hari, Paulus Winarto, seorang penulis buku best seller yang juga mentor saya, memberikan prediksinya di depan peserta training. Saat itu dia kami undang untuk memberikan training ke sekitar 50an orang. Di depan merekalah Paulus mengatakan,”Kurang dari empat tahun dari sekarang, Libe akan menulis dan menghasilkan buku.”
Tentu saja pernyataannya sangat mengejutkan saya. Yang pertama, dia bicara tentang masa depan saya yang saya sendiri tidak terlalu tertarik untuk menghasilkan sebuah buku. Yang kedua, dia berbicara di depan orang banyak yang menjadi saksi tentang prediksinya. Kami memang memiliki hubungan yang baik, saya banyak belajar dari Paulus tentang dunia menulis dan memberikan training. Read more
Apa yang Anda cari: Uang?
Filed under: Keuangan dan wirausaha, pengembangan diri
Sangat mudah mengatakan uang bukan segalanya ketika kita memiliki uang. Mau apa saja bisa terwujud karena ada uang. Semua kebutuhan sudah terpenuhi. Rumah yang diidam-idamkan sudah dimiliki. Makanan sudah tersedia. Gaji tiap bulan sudah pasti dan memenuhi semua kebutuhan. Toh kalau masih belum cukup ada orang lain yang akan membantu perekonomian kita. Bukankah uang bukan segalanya? Itu yang saya rasakan ketika saya memiliki uang. Saya tidak pernah memikirkan secara mendalam tentang kebutuhan kehidupan kami. Walaupun gaji saya tidak terlalu banyak, tetapi bisa memenuhi semua kebutuhan kami. Read more
Apa yang Anda Cari: Posisi?
Suatu hari, ketika saya ke kantor di hari libur, saya pun berbicang-bincang dengan penjaga malam. Pak Joko, demikian panggilannya, menceritakan kesedihannya sekaligus kemarahannya karena perlakukan salah satu staf dimana saya bekerja. Sejak menikah, saya jarang menghabiskan waktu di kantor sehingga jarang ngobrol dengan Pak Joko. Dahulu, kami sering duduk santai sementara dia menjaga kantor kami.
Saya selalu mendapatkan sapaan selamat sore ketika dia datang ke kantor. Tetapi sudah lama saya tidak melihat lagi wajahnya. Saya pikir karena saya yang jarang pulang malam sehingga tidak bertemu dengannya. Ternyata Pak Joko sudah tidak seramah dulu karena ada beberapa staf yang tidak menghargai dirinya karena posisinya yang hanya penjaga malam. Jika bertemu dengan saya, dai masih tetap ramah tetapi dia tidak lagi datang ke ruangan-ruangan dan menyapa setiap staf yang masih ada di ruangan. Read more

