Archive for the ‘Renungan’ Category
Ketakutan Membuat Kita Tenggelam
Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Matius 14:30
Ketika saya memberikan sebuah training, seorang peserta bertanya kepada saya, “Apakah Anda pernah mengalami kegagalan?” Sebenarnya saya sudah menceritakan kegagalan saya hanya saja si peserta tersebut sedang ngantuk-ngantuknya. Maklum mereka harus menedengarkan saya selama dua hari dari jam 09.00-18.00. Pasti capek sehingga wajar di bagian akhir acara si peserta tersebut bertanya hal yang sudah diceritakan. Read the rest of this entry »
Memberi Perintah
“Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” Mar 11:2-3
Cara memberi perintah menjadi sangat penting buat seorang pemimpin. Terkadang kegagalan anak buah disebabkan karena ketidakmampuan pemimpin dalam memberi perintah. Ketika saya memimpin sebuah majalah, saya sampaikan ke orang yang sudah saya percayai untuk mencetak materi yang sudah saya buat semalaman. Perintahnya menurut saya sudah jelas, sekarang saatnya mencetak. Lakukanlah seperti yang sudah menjadi standar kita. Sementara mereka melakukan tugasnya saya pun melakukan tugas lainnya. Read the rest of this entry »
Melayani atau ditinggalkan
Mereka berkata: “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” I Raja-raja 12: 7
Kisah seorang pemimpin yang berlaku tidak memikirkan anak buahnya telah terjadi di masa lalu. Yang dipikirkan oleh pemimpin adalah hasil yang luar biasa. Salomo telah membuat tanggungan yang sangat besar bagi rakyatnya. Dia mempunyai target pemasukan, ada hasil yang luar biasa yang ingin dia raih dan akibatnya, orang-orang di bawahnya yang di tekannya. Uniknya, dia sendiri masih hidup dalam keadaan yang berkelimpahan, baik berkelimpahan harta maupun istri. Read the rest of this entry »
Menghadapi Konflik
Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus; tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Kis 15:37 -39
Paulus dan Barnabas adalah tim yang solid. Pada awal kepemimpinan Paulus, Barnabas sangat membantunya. Ketika setiap orang menolak dirinya, Barnabas membela Paulus di depan banyak orang. Barnabas mempertaruhkan dirinya demi Paulus. Kerja sama mereka juga sudah teruji. Mereka pergi ke beberapa tempat, melakukan aktifitas bersama. Tapi pada suatu waktu mereka mengalami konflik. Read the rest of this entry »
Kasih yang Membawa ke Padang Gurun
lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Mat 3:17;4:1
Siapa bilang kasih selalu berarti memberi dan memanjakan? Ketika kita mengasihi orang yang kita pimpin, kita pun tidak berarti selalu memanjakan mereka. Demikian pula ketika ada orang yang keras kepada kita tidak berarti mereka tidak mengasihi kita. Di dalam pikiran kita memang kasih selalu berarti memberikan apa yang ktia inginkan. Tetapi arti kasih lebih luas dari itu. Kasih berarti membuat kita seperti yang Tuhan telah tentukan, enak atau tidak enak. Read the rest of this entry »
Mencari Kambing Hitam
Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.” 1Sa 15:20 -21
Siapa yang tidak suka kambing? Pasti cukup banyak karena alasan kesehatan atau memang tidak suka. Tetapi siapa yang tidak suka kambing hitam? Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kambing hitam menjadi faforit. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Lama-lama kita akan meyalahkan Tuhan karena apa yang telah terjadi.
”Mengapa kamu terlambat?” Tanya seseorang. ”Habis, jalanan macet.” Bukankah sudah setiap hari macet? Bukankah kita seharusnya sudah bisa memperkirakan seberapa macet jalan tersebut dan harus berangkat jam berapa? Bukankah kita yang menjadi pengambil keputusan untuk apa yang harus kita lakukan supaya kita memenuhi tanggung jawab kita? ”Iya sih saya yang salah. Tapi kan itu semua karena orang ini tidak melakukan tugasnya dengan baik.”