Prinsip Kepemimpinan

December 28, 2010 by S. Libe Suryapusoro · 2 Comments
Filed under: Renungan 

Beberapa hari yang lalu saya membaca sebuah buku tentang kepemimpinan yang mengubah cara pandang saya. Selama ini kebanyakan buku membahas bahwa semua orang adalah pemimpin. Tetapi dalam buku Leaders on Leadership oleh George Barna dkk. tersebut mengatakan bahwa kepemimpinan adalah sebuah karunia Roh. Selama ini memang dalam tes karunia, kepemimpinan selalu ada di salah satu bagian. Sebagai karunia Roh, sama seperti bahasa Roh, tidak semua orang diberikan karunia yang satu ini. Tidak semua orang diberikan karunia kepemimpinan. Perbedaan cara pandang itu tergantung kita mendefinisikan kepemimpinan. Kalau memang kepemimpinan didefinisikan seperti Saul, Daud, sebagai karunia Tuhan untuk memimpin maka bagian ini perlu dipahami. Read more

Bagaimanakah cara Yesus menyembuhkan?

December 10, 2010 by S. Libe Suryapusoro · Comments Off
Filed under: Renungan 

Joh 5:1-14  Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.  Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya dan di serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit: orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh, yang menantikan goncangan air kolam itu. Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. Di situ ada seorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit.  Ketika Yesus melihat orang itu berbaring di situ dan karena Ia tahu, bahwa ia telah lama dalam keadaan itu, berkatalah Ia kepadanya: “Maukah engkau sembuh?” Jawab orang sakit itu kepada-Nya: “Tuhan, tidak ada orang yang menurunkan aku ke dalam kolam itu apabila airnya mulai goncang, dan sementara aku menuju ke kolam itu, orang lain sudah turun mendahului aku.” Kata Yesus kepadanya: “Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat. Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: “Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu.” Akan tetapi ia menjawab mereka: “Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah.” Mereka bertanya kepadanya: “Siapakah orang itu yang berkata kepadamu: Angkatlah tilammu dan berjalanlah?” Tetapi orang yang baru sembuh itu tidak tahu siapa orang itu, sebab Yesus telah menghilang ke tengah-tengah orang banyak di tempat itu. Kemudian Yesus bertemu dengan dia dalam Bait Allah lalu berkata kepadanya: “Engkau telah sembuh; jangan berbuat dosa lagi, supaya padamu jangan terjadi yang lebih buruk.”

Yang pertama, Yesus melihat sebuah kebutuhan. Yohanes 5:5 menyatakan disitu ada seseorang yang sudah tiga puluh delapan tahun lamanya sakit. Seperti apakah rasanya sakit selama tiga puluh delapan tahun? Kalau itu saya, saya sudah menyerah dengan keadaan tersebut dan saya mulai melupakan kalau saya bisa sembuh. Bayangkan saja, orang tersebut sudah sakit demikian lama. Dia sudah mencoba apa yang bisa dia coba. Dia sudah ke dokter, kemanapun yang menjanjikan bisa menyembuhkan dia. Bahkan dia sudah mencoba mencari keajaiban dari kolam itu. Hanya saja, dia selalu terlambat untuk masuk ke kolam karena tidak ada yang menolongnya. Sepertinya orang-orang di sekitar dia tidak memperdulikan dia lagi. Tidak ada lagi orang yang siap sedia untuk menolong orang tersebut. Read more

Ketakutan Membuat Kita Tenggelam

June 21, 2010 by S. Libe Suryapusoro · Comments Off
Filed under: Renungan 

Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” Matius 14:30

Ketika saya memberikan sebuah training, seorang peserta bertanya kepada saya, “Apakah Anda pernah mengalami kegagalan?” Sebenarnya saya sudah menceritakan kegagalan saya hanya saja si peserta tersebut sedang ngantuk-ngantuknya. Maklum mereka harus menedengarkan saya selama dua hari dari jam 09.00-18.00. Pasti capek sehingga wajar di bagian akhir acara si peserta tersebut bertanya hal yang sudah diceritakan. Read more

Memberi Perintah

March 23, 2010 by S. Libe Suryapusoro · Comments Off
Filed under: Kepemimpinan, Renungan 

“Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” Mar 11:2-3 

 Cara memberi perintah menjadi sangat penting buat seorang pemimpin. Terkadang kegagalan anak buah disebabkan karena ketidakmampuan pemimpin dalam memberi perintah. Ketika saya memimpin sebuah majalah, saya sampaikan ke orang yang sudah saya percayai untuk mencetak materi yang sudah saya buat semalaman. Perintahnya menurut saya sudah jelas, sekarang saatnya mencetak. Lakukanlah seperti yang sudah menjadi standar kita. Sementara mereka melakukan tugasnya saya pun melakukan tugas lainnya. Read more

Melayani atau ditinggalkan

March 22, 2010 by S. Libe Suryapusoro · Comments Off
Filed under: Renungan 

Mereka berkata: “Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” I Raja-raja 12: 7

 Kisah seorang pemimpin yang berlaku tidak memikirkan anak buahnya telah terjadi di masa lalu. Yang dipikirkan oleh pemimpin adalah hasil yang luar biasa. Salomo telah membuat tanggungan yang sangat besar bagi rakyatnya. Dia mempunyai target pemasukan, ada hasil yang luar biasa yang ingin dia raih dan akibatnya, orang-orang di bawahnya yang di tekannya. Uniknya, dia sendiri masih hidup dalam keadaan yang berkelimpahan, baik berkelimpahan harta maupun istri. Read more

Menghadapi Konflik

March 19, 2010 by S. Libe Suryapusoro · 1 Comment
Filed under: Renungan 

Barnabas ingin membawa juga Yohanes yang disebut Markus;  tetapi Paulus dengan tegas berkata, bahwa tidak baik membawa serta orang yang telah meninggalkan mereka di Pamfilia dan tidak mau turut bekerja bersama-sama dengan mereka. Hal itu menimbulkan perselisihan yang tajam, sehingga mereka berpisah dan Barnabas membawa Markus juga sertanya berlayar ke Siprus. Kis 15:37 -39

Paulus dan Barnabas adalah tim yang solid. Pada awal kepemimpinan Paulus, Barnabas sangat membantunya. Ketika setiap orang menolak dirinya, Barnabas membela Paulus di depan banyak orang. Barnabas mempertaruhkan dirinya demi Paulus. Kerja sama mereka juga sudah teruji. Mereka pergi ke beberapa tempat, melakukan aktifitas bersama. Tapi pada suatu waktu mereka mengalami konflik. Read more

Kasih yang Membawa ke Padang Gurun

March 18, 2010 by S. Libe Suryapusoro · 1 Comment
Filed under: Renungan 

lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan.” Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. Mat 3:17;4:1

Siapa bilang kasih selalu berarti memberi dan memanjakan? Ketika kita mengasihi orang yang kita pimpin, kita pun tidak berarti selalu memanjakan mereka. Demikian pula ketika ada orang yang keras kepada kita tidak berarti mereka tidak mengasihi kita. Di dalam pikiran kita memang kasih selalu berarti memberikan apa yang ktia inginkan. Tetapi arti kasih lebih luas dari itu. Kasih berarti membuat kita seperti yang Tuhan telah tentukan, enak atau tidak enak. Read more

Mencari Kambing Hitam

February 8, 2010 by S. Libe Suryapusoro · 2 Comments
Filed under: Renungan 

 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.” 1Sa 15:20 -21

 Siapa yang tidak suka kambing? Pasti cukup banyak karena alasan kesehatan atau memang tidak suka. Tetapi siapa yang tidak suka kambing hitam? Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kambing hitam menjadi faforit. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Lama-lama kita akan meyalahkan Tuhan karena apa yang telah terjadi.

 ”Mengapa kamu terlambat?” Tanya seseorang. ”Habis, jalanan macet.” Bukankah sudah setiap hari macet? Bukankah kita seharusnya sudah bisa memperkirakan seberapa macet jalan tersebut dan harus berangkat jam berapa? Bukankah kita yang menjadi pengambil keputusan untuk apa yang harus kita lakukan supaya kita memenuhi tanggung jawab kita? ”Iya sih saya yang salah. Tapi kan itu semua karena orang ini tidak melakukan tugasnya dengan baik.”

Read more