Milikilah Keinginan
Saya pernah melihat anak kecil yang meminta sesuatu tetapi tidak diperbolehkan oleh orang tuanya. Bukankah Anda juga pernah melihatnya atau bahkan Anda pernah mengalaminya? Mungkin Anda pernah mendengar ucapan-ucapan yang bersifat merusak. Anda tidak usah menginginkan sesuatu. Hiduplah biasa-biasa saja, terimalah setiap hal yang diberikan, tidak usah menginginkan lebih. Semakin tinggi keinginan maka siap-siaplah untuk jatuh semakin dalam. Saya katakan kepada Anda, ”JANGAN PERCAYA.” Read more
Kunci Pengembangan Diri: Pahami Fungsi Kita
Perjalanan menuju ke rumah mertua menjadi menyenangkan. Kami memang harus melakukan perjalanan yang cukup lama. Dari Bandung menuju Pati kami tempuh biasanya dengan bus nusantara yang cukup aman dan nyaman. Lalu kami menempuh perjalanan menggunakan mini bus sekitar satu jam. Sebenarnya tidak terlalu jauh tetapi menjadi lama karena bus sering berhenti menunggu penumpang. Sering kali kami bergabung dengan ibu-ibu dari atau menuju pasar. Tentu saja bawaan mereka sangat banyak. Setelah itu kami akan dijemput oleh keluarga menggunakan sepeda motor. Kami masih menempuh perjalanan sekitar 45 menit. Sampailah kami di rumah mertua saya yang terpencil. Tempat yang menyenangkan untuk bermeditasi atau merenung. Read more
Kunci Pengembangan Diri: Atur Prioritas Anda
Ketika saya keluar dari kantor, ada seorang teman yang mengajak saya berbicara. Baru saja, kami melihat pengumuman tentang pelayanan hanya boleh dilakukan di jam-jam tertentu. Alasannya sederhana, supaya departemen tersebut bisa mengatur pekerjaannya dengan baik. Mereka sering sekali direpotkan karena kami bisa datang di kapan saja dan mau tidak mau mereka harus melayani kami. Mungkin mereka sudah mengevaluasi tentang pekerjaan mereka sehingga dikeluarkanlah aturan baru, jadwal pelayanan tersebut. Read more
Peran Kita di Dunia bag 1
Suatu hari saya bertemu dengan mentor saya Paulus Winarto di PVJ, Bandung. Dia seorang motivator yang sering memberikan motivasi di perusahaan maupun kelompok sosial. Saya pun pernah mengatur seminar dengan dia sebagai pembicaranya dengan tanpa bayaran. Memanfaatkan posisi saya sebagai menthee-nya. Dia sudah menulis banyak buku sedangkan saya sedang belajar menulis buku darinya. Dia sudah menjadi langganan sebagai pembicara di perusahaan besar dengan fee yang lumayan. Saat ini saya masih sebagai trainer di sebuah organisasi tetapi belum menjadi public trainer. Tentu saja saya harus menyerap ilmu dari mentor saya yang satu ini. Read more
Tema Bakat Gallup
34 tema bakat berdasarkan penelitian Gallup. Untuk mempelajari lebih lengkapnya silahkan baca buku Now, discover your strenghs ditulis oleh Marcus Buckingham dan Donald O. Clifton. Read more
Tokoh Memanfaatkan Perubahan
Warren Bufet lebih suka berinvestasi di bidang seperti bahan bangunan, minuman, dan makanan, sesuatu yang selalu dibutuhkan oleh orang tidak peduli tren yang ada di saat itu. Ketika orang ramai-ramai membeli saham IT, dia memilih mempertahankan sahamnya di usaha yang selama ini stabil. Padahal saham IT naik tajam, tetapi Warren Bufet sama sekali tidak tertarik. Terbukti, tidak lama kemudian saham IT hancur dan hilanglah uang milyaran dolar. Warren tetap selamat.
Ubah Cara Pandang Terhadap Kegagalan
Siapakah orang yang tidak pernah gagal memasukkan bola golf? Apakah Tiger Woods yang terkenal sebagai jagonya main golf? Jangan salah, saya tidak pernah melakukan kegagalan sedangkan Tiger Woods, tokoh pe-golf dunia justru sering melakukan kegagalan. Apakah saya lebih hebat? Tentu tidak. Kalau saya lebih hebat pastilah Anda sudah mengenal nama saya dari berita atau acara-acara olah raga di televisi. Saya tidak pernah gagal karena sebenarnya saya tidak pernah bermain golf. Jangan tertawa, bukankah memang benar saya tidak pernah gagal?
Saya bisa memberikan daftar panjang tentang hal-hal yang saya tidak pernah gagal. Saya tidak pernah gagal bermain saham, mengemudikan pesawat, membuat desain rumah, membuat televisi, mengawal presiden, berpidato di PBB dan sebagainya. Saya tidak pernah gagal melakukan itu karena saya tidak pernah melakukan. Ingin daftar lebih panjang? Saya tinggal sebutkan segala hal yang tidak pernah saya lakukan. Oh iya saya juga tidak pernah gagal memanjat puncak Everest! Apakah hal itu patut dibanggakan? Tentu saja tidak. Tidak ada hal yang membanggakan dari kata “tidak pernah gagal”, kalau kita tidak pernah mencobanya.
Pujian untuk Orang yang Tepat dan Berbagilah Kekuasaan
Seorang teman saya berkata,”jangan sampai orang itu tahu ide kita, nanti akan diakui menjadi idenya.” Seorang pemimpin akan menjadi sangat lemah ketika dia ingin dianggap yang terbaik oleh orang lain. Beberapa diantara mereka akan mengakui hasil kerja orang lain sebagai kerjaannya. Atau ide orang lain dia kemukakan di depan public tanpa menyebut pemilik ide. Atau tidak menyampaikan penghargaan kepada orang yang berprestasi supaya dia dianggap yang terbaik. Atau membuat orang lain tampak lebih rendah dari dirinya.
Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat orang lain tampak lebih rendah. Bukankah mudah bagi kita untuk menekan sebagian permukaan air sehingga tampak lebih rendah? Tetapi sadarkan kita sedang membuat bagian yang lain menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan tangan kita? Semakin keras kita menekan maka semakin dalam kita tenggelam. Akhirnya kita pun benar-benar tenggelam. Salah satu usaha menenggelamkan diri adalah dengan memasukan hasil kerja orang lain sebagai hasil kerjanya.
Gaya Kepemimpinan
Setiap orang memiliki gaya dalam memimpin. Bill Hybels dalam kepemimpinan yang berani memberikan sepuluh gaya kepemimpinan sebagai berikut:
Gaya Kepemimpinan visionaris. Ia memiliki gambaran yang jelas dalam benaknya mengenai apa yang akan terjadi di masa depan. Pemimpin seperti itu menyebarkan visi yang kuat dan memiliki antusiasme yang tidak kenal lelah untuk mengubah visi-visi itu menjadi kenyataan. Pemimpin dengan gaya ini sangat mudah dilihat. Dia akan berdiri di teman orang lain, menyampaikan sesuatu yang selama ini belum pernah orang lain pikirkan.
Keyakinan yang Salah Tentang Waktu
Sering kali kita memiliki keyakinan yang salah tentnag mengatur waktu. Keyakinan ini membuat kita tidak bisa mengendalikan waktu kita. Kita menjadi bertindak salah karena keyakinan yang salah dan akhirnya kita mendapatkan hal yang salah. Tentang pengaruh keyakinan Anda bisa melihat di tulisan saya di www.sayabisa.com.
Waktu bisa diatur
Berapa banyak dari kita yang menyangka waktu bisa diatur? Tentu saja sebagian besar dari Anda menyangka waktu bisa diatur karena itu membaca free-ebook ini. Sebenarnya kita tidak pernah mengatur waktu kita. Kita hanya mengatur aktifitas dan kebiasaan kita. Satu jam tetaplah satu jam, apapun posisi kita. Kita tidak bisa mempercepat atau memperlambat waktu bahkan hanya satu detik. Tetapi cara kita menggunakan waktu yang menentukan arti satu jam. Satu jam bisa membuat kita melakukan perjalanan dari Jakarta ke Bogor atau Jakarta ke Surabaya, tergantung kendaraan apa yang kita pakai. Waktu memang tidak bisa kita atur tetapi kita bisa membuat pilihan sehingga seakan-akan kita bisa memiliki waktu lebih banyak dibandingkan orang lain.

