Archive for the ‘pengembangan diri’ Category

postheadericon Apa yang Anda cari: Uang?

Sangat mudah mengatakan uang bukan segalanya ketika kita memiliki uang. Mau apa saja bisa terwujud karena ada uang. Semua kebutuhan sudah terpenuhi. Rumah yang diidam-idamkan sudah dimiliki. Makanan sudah tersedia. Gaji tiap bulan sudah pasti dan memenuhi semua kebutuhan. Toh kalau masih belum cukup ada orang lain yang akan membantu perekonomian kita. Bukankah uang bukan segalanya? Itu yang saya rasakan ketika saya memiliki uang. Saya tidak pernah memikirkan secara mendalam tentang kebutuhan kehidupan kami. Walaupun gaji saya tidak terlalu banyak, tetapi bisa memenuhi semua kebutuhan kami. Read the rest of this entry »

postheadericon Apa yang Anda Cari: Posisi?

Suatu hari, ketika saya ke kantor di hari libur, saya pun berbicang-bincang dengan penjaga malam. Pak Joko, demikian panggilannya, menceritakan kesedihannya sekaligus kemarahannya karena perlakukan salah satu staf dimana saya bekerja. Sejak menikah, saya jarang menghabiskan waktu di kantor sehingga jarang ngobrol dengan Pak Joko. Dahulu, kami sering duduk santai sementara dia menjaga kantor kami.

Saya selalu mendapatkan sapaan selamat sore ketika dia datang ke kantor. Tetapi sudah lama saya tidak melihat lagi wajahnya. Saya pikir karena saya yang jarang pulang malam sehingga tidak bertemu dengannya. Ternyata Pak Joko sudah tidak seramah dulu karena ada beberapa staf yang tidak menghargai dirinya karena posisinya yang hanya penjaga malam. Jika bertemu dengan saya, dai masih tetap ramah tetapi dia tidak lagi datang ke ruangan-ruangan dan menyapa setiap staf yang masih ada di ruangan. Read the rest of this entry »

postheadericon Mundur Tidak Berarti Gagal

Beberapa tahun yang lalu saya putuskan saya tidak melanjutkan kuliah saya S2 dalam bidang Christian Leadership. Saya gagal dalam kuliah saya, bahkan gagal sebelum diputuskan gagal oleh pihak universitas. Biasanya orang menunggu dikeluarkan tetapi saya mengundurkan diri terlebih dahulu. Bukan keputusan yang mudah. Saya sudah mengeluarkan banyak uang, dan menyelesaikan hampir setengah yang harus diselesaikan. Orang tua saya sagat senang ketika mendengar saya melanjutkan S2 dan akhirnya mereka sangat sedih ketika mendengar sayamengakhirinya. Demikian juga istri saya. Seakan-akan kebanggaan sebagai calon lulusan S2 menjadi sirna.

Banyak alasan mengapa saya memilih gagal dalam kuliah saya. Iya, Anda tidak salah membaca. Saya yang memilih untuk gagal dalam kuliah tersebut. Pilihan ada di tangan saya bukan di tangan roang lain. Saya bisa memberikan banyak sekali alasan bahkan lebih banyak dibandingkan yang Anda perlukan. Mulai dari kesibukan, ketidakadaan biaya, bentrok dengan waktu kerja, kampus di kota saya yang tiba-tiba di tutup, saya tidak merasakan manfaat yang besar dan sebagainya. Asal tahu saja, itu hanya sekedar alasan dan alasan tidaklah selalu benar. Bukankah saya seharusnya sudah tahu dari awal kalau kuliah itu menyita banyak waktu dan biaya? Mengapa dahulu bukan alasan sekarang jadi alasan? Read the rest of this entry »

postheadericon Pengembangan Diri: Anda Diciptakan Untuk Menghasilkan Keturunan

Di budaya Jawa ada istilah banyak anak banyak rejeki. Banyak orang yang tidak setuju dengan istilah ini tetapi menurut saya istilah ini benar. Hanya saja cara pandang saya berbeda dengan yang lainnya. Mereka yang memegang prinsip banyak anak tersebut menganggap bahwa ketika memiliki anak maka akan datang rejeki yang lebih besar. Kalau budaya ketika prinsip tersebut ada yaitu budaya desa dan memerlukan banyak tenaga kerja maka prinsip tersebut benar. Semakin banyak anak mereka memiliki banyak orang untuk mengelola tanah mereka yang luas. Mereka memiliki tenaga kerja yang banyak. Para wanita bekerja di dapur menyiapkan makanan sedangkan para laki-laki di ladang, mengolah tanah. Akhirnya hasil yang didapatkan pun semakin banyak. Boleh-boleh saja berpendapat seperti itu tetapi bukankah anak itu sendiri merupakan rejeki dari Tuhan? Bukankah banyak orang yang meminta anak? Jadi boleh dong mereka yang memiliki banyak anak berbahagia karena mereka dipercaya mengasuh banyak anak. Read the rest of this entry »

postheadericon Pengembangan diri: Anda Diciptakan Dengan Kuasa

Aku punya kuasa “Maaf, saya hanyalah orang yang diciptakan sebagai orang kecil. Saya tidak memiliki kuasa untuk melakukan apapun. Lihatlah posisi saya, saya orang terendah yang hanya menerima perintah dan tidak bisa memberikan perintah. Lihat kehidupan saya, saya tidak pernah memiliki kuasa.” Mungkin ada memiliki pemikiran sama dengan apa yang saya tuliskan diatas. Tetapi marilah kita lihat lebih jauh ke masa lalu kita.

Ketika kita masih dalam kandungan, kita bisa memerintah orang dewasa dengan istilah nyidam. Kita sering mendengar kalau bayi dalam kandungan memiliki keinginan makan sesuatu maka ibunya akan nyidam sesuatu. ”keinginan bayi” begitulah istilahnya. Ada seorang ayah yang dengan susah payah mencari mangga muda curian (harus muda dan curian tidak boleh membeli di pasar atau meminta ke yang punya pohon). Karena dia tinggal di Jakarta, pastilah sulit buatnya mencari pohon mangga apalagi mencurinya. Terpaksalah seorang ayah harus keluar kota, menuju sebuah desa dan diam-diam mencari pohon mangga yang berbuah. Read the rest of this entry »

postheadericon Tiga Jenis Rintangan Mencapai Sukses

Setiap hal pastilah ada rintangannya. Bahkan untuk hal yang sangat sepele pun kita menemukan rintangan di baliknya. Ketika kita menginginkan air minum, kita tidak menemukan sedikitpun di sekitar kita. Kita perlu berjalan beberapa meter bahkan mungkin ratus meter, mengambilnya atau membelinya barulah kita bisa meminumnya. Ada tiga jenis rintangan mencapai sukses yang saya kenal. Read the rest of this entry »

postheadericon Cara Menanamkan Budaya dalam Organisasi

bloggerApa yang paling menentukan sukses tidaknya sebuah organisasi? Jawabannya ternyata budaya organisasi. Jika budaya yang ada tidak mendukung organisasi tersebut maka tidak tunggu lama, organisasi tersebut akan hancur. Ketika staf yang terlambat -apalagi tidak masuk- dibiarkan saja, budaya baru sedang diciptakan, tanpat disadari tentunya. Budaya untuk bermalas-malasan, ogah-ogahan dan akhirnya menghasilkan pekerjaan apa adanya. Tidak ada yang istimewa dihasilkan oleh staf organisasi tersebut membuat organisasinya juga tidak istimewa. Dengan berjalannya waktu, organisasi yang tidak istimewa akan tergilas oleh waktu. Mereka tidak dikenal dan akhirnya tidak dipercaya untuk menangani sesuatu yang penting. Bagaimanakah menanamkan budaya dalam organisasi? Read the rest of this entry »

postheadericon Tidak Ada Makan Siang Gratis

Tidak ada makan siang gratis. Demikianlah ungkapan yang cocok. Saya menyaksikan iklan telpon gratis 100 menit tetapi dengan catatan mendaftar dan membayar sekian rupiah dan berlaku di jam tertentu. Atau sms gratis yang datangnya tidak bisa diduga sehingga sulit untuk dimanfaatkan. Atau baru-baru ini saya membeli telpon dengan janji Facebook-an gratis. Ternyata kalau upload harus bayar dan setelah sehari dipakai sudah tidak bisa lagi. Coba cari, yang gratis apakah yang tidak harus membayar sama sekali? Bahkan kita sering mendengar ungkapan, hari ini bayar, besok gratis. Lalu kapan gratisnya? Read the rest of this entry »

postheadericon Hambatan Pengembangan Diri: Sangat Mengutamakan Hubungan

Banyak hal ditentukan oleh hubungan kita dengan orang lain. Misalnya jika Anda mendengar seseorang mengatakan anjing, cara Anda menangkap tergantung hubungan Anda dengan orang tersebut. Jika hubungan Anda baik, maka Anda menyangka akan diberi anjing lucu dan menggemaskan. Jika hubungan Anda buruk dengan orang tersebut maka Anda akan menyangka dia mengatai Anda anjing. Tentu sangat kasar. Ada dua tipe orang tentnag hubungan, yang pertama mengutamakan hubungan dan yang kedua tidak terlalu perduli terhadap hubungan. Baik tipe pertama maupun kedua, dua-duanya bisa menghambat pengembangan diri jika kita tidak lakukan dengan seimbang. Read the rest of this entry »

postheadericon Hambatan Pengembangan Diri: Percaya Diri

Banyak orang yang tidak bisa mengembangkan diri karena memiliki hambatan di dalam diri mereka. Sering kali mereka tidak sadar hal apa yang menghambat mereka. Mereka menganggap semua berjalan dengan baik dan tidak ada hal yang perlu dirisaukan. Hanya saja mereka tidak mengerti mengapa hidup mereka tidak mengalami perubahan. Karir mereka tetap seperti itu saja. Tidak ada lompatan yang dilakukannya. Tidak ada terobosan setelah hidup beberapa tahun bahkan berpuluh-puluh tahun. Masalahnya dimana? Salah satunya adalah mereka memiliki hambatan dalam pengembangan diri. Ada lima hambatan yang saya pelajari melalui membaca buku maupun mengamati orang-orang disekitar saya. Hambatan pengembangan diri pertama yang akan saya bahas adalah percaya diri. Read the rest of this entry »