Archive for the ‘Kepemimpinan’ Category
Belajar Dari Starbucks: Membangun Kepercayaan
Banyak pemimpin yang lebih dahulu menanyakan pekerjaan daripada kabar dari orang yang dipimpinnya. Mereka sangat memperhatikan hasil kerja karyawannya tetapi tidak memperhatikan si karyawan itu sendiri. Bahkan terkadang tidak menyadari kehadiran atau ketidakhadiran orang tersebut di sekitarnya. Mereka tidak terlalu tahu apakah karyawannya sedang mengalami permasalahan dengan anaknya yang sakit atau orang tuanya atau istrinya. Yang penting hasil kerja sesuai yang diharapkan, jika tidak sesuai barulah mereka mencari tahu apa yang terjadi dengan karyawannya. Sikap seperti ini menunjukan bahwa kepentingan organisasi lebih penting daripada karyawan itu sendiri. Read the rest of this entry »
Belajar dari Starbucks: Orang yang Menyapu yang Seharusnya Memilih Sapu
Tanpa adanya keterikatan dan kreativitas para karyawannya, sebuah organisasi tidak bia meraih kesuksesan. Kebanyakan organisasi justru mencekik karyawannya sendiri, memerintah mereka sesuka hati dan mengatakan apa yang harus dilakukan oleh karyawannya. Setiap perusahaan memiliki buku peraturan dan buku tersebut justru berusaha memerintahkan kepada orang banyak untuk bekerja dan bukannya menjelaskan apa yang sedang kita lakukan. Ketika harus melakukan penghematan, pemimpin organisasi bertindak sendiri, bahkan sampai menentukan jumlah sapu yang akan dipakai dan merek sapu tersebut. Perubahan itu terjadi tanpa diketahui penyebabnya oleh para karyawan. Mungkin karyawan justru mengetahui cara menghemat anggaran dan melakukannya dengan suka rela jika memang mereka mengetahui apa yang sedang terjadi di organisasinya. Read the rest of this entry »
Kesalahan Pemimpin: Tidak Ada yang Boleh Mendahuluiku
Saya mengenal seorang pemimpin yang memiliki prinsip seperti diatas. Tidak ada anak buah yang boleh melebihi dirinya. Baik dari sisi prestasi kerja, kemampuan maupun hubungan dengan orang lain. Seakan-akan seorang pemimpin harus berkompetisi dengan anak buahnya. Dalam dirinya akan merasa malu jika memang orang lain lebih menghormati orang yang dia pimpin dan akhirnya tidak menghormati dirinya sebagai pemimpin. Read the rest of this entry »
Cara Menanamkan Budaya dalam Organisasi
Apa yang paling menentukan sukses tidaknya sebuah organisasi? Jawabannya ternyata budaya organisasi. Jika budaya yang ada tidak mendukung organisasi tersebut maka tidak tunggu lama, organisasi tersebut akan hancur. Ketika staf yang terlambat -apalagi tidak masuk- dibiarkan saja, budaya baru sedang diciptakan, tanpat disadari tentunya. Budaya untuk bermalas-malasan, ogah-ogahan dan akhirnya menghasilkan pekerjaan apa adanya. Tidak ada yang istimewa dihasilkan oleh staf organisasi tersebut membuat organisasinya juga tidak istimewa. Dengan berjalannya waktu, organisasi yang tidak istimewa akan tergilas oleh waktu. Mereka tidak dikenal dan akhirnya tidak dipercaya untuk menangani sesuatu yang penting. Bagaimanakah menanamkan budaya dalam organisasi? Read the rest of this entry »
Memberi Perintah
“Pergilah ke kampung yang di depanmu itu. Pada waktu kamu masuk di situ, kamu akan segera menemukan seekor keledai muda tertambat, yang belum pernah ditunggangi orang. Lepaskan keledai itu dan bawalah ke mari. Dan jika ada orang mengatakan kepadamu: Mengapa kamu lakukan itu, jawablah: Tuhan memerlukannya. Ia akan segera mengembalikannya ke sini.” Mar 11:2-3
Cara memberi perintah menjadi sangat penting buat seorang pemimpin. Terkadang kegagalan anak buah disebabkan karena ketidakmampuan pemimpin dalam memberi perintah. Ketika saya memimpin sebuah majalah, saya sampaikan ke orang yang sudah saya percayai untuk mencetak materi yang sudah saya buat semalaman. Perintahnya menurut saya sudah jelas, sekarang saatnya mencetak. Lakukanlah seperti yang sudah menjadi standar kita. Sementara mereka melakukan tugasnya saya pun melakukan tugas lainnya. Read the rest of this entry »
Belajar dari Starbucks: Mengetahui Mengapa Anda Ada Disini
Orang cenderung untuk menciptakan rekor baru, sebuah prestasi yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Ini akan menjadi snagat bagus di CV mereka. Ada beberapa perusahaan yang menghasilkan pendapatan yang tinggi dengan memotong pengeluaran yang membuat pemimpin tersebut dianggap berprestasi. Tetapi beberapa tahun kemudian perusahaan mulai bangkrut. Ada yang fokus pada ide-ide besar tetapi justru mengabaikan hal-hal kecil yang penting. Akhirnya mencari jabatan, popularitas, kekuasaan atau uang untuk dirinya sendiri. Read the rest of this entry »
It’s Not About The Coffee: Mengenal Siapa Diri Anda
Apa yang sedang terjadi di dalam dunia karyawan? Kebanyakan dari mereka memakai beberapa topi. Ada yang prestasinya biasa saja ketika dalam organisasi atau perusahaan tetapi dia menjadi agen part timer untuk organisasi atau perusahaan lainnya. Ada yang pendiam tetapi menjadi bersemangat di dalam organiasi lainnya. Atau ada yang memiliki lebih dari satu pekerjaan. Apa yang menjadi masalah? Karena mereka memiliki lebih dari satu topi. Read the rest of this entry »