Sepuluh Langkah Mewujudkan Mimpi: Langkah 2:Pilihlah DO, Be dan Have

February 15, 2011 by
Filed under: pengembangan diri 

Apakah yang menjadi mimpi Anda? Apapun itu bisa dibagi menjadi tiga hal yaitu Do, Be dan Have. Do adalah sesuatu yang kita lakukan. Be adalah menjadi apa diri kita dan Have adalah sesuatu yang kita miliki. Penting buat kita untuk memiliki ketiga-tiganya. Orang yang pensiun mungkin memiliki apa yang selama ini dia impikan. Tetapi tidak ada sesuatu yang dia lakukan maka kebahagiaan akan menghilang dari dirinya. Sedangkan kalau kita memiliki sesuatu, mengerjakan sesuatu tetapi kita tidak menjadi sesuatu yang kita inginkan, kita juga akan sulit untuk bahagia.

Do

Ada sebuah kisah tentang seorang yang sedang memancing di tepi sungai dengan seorang mahasiswa pandai. Orang tua tersebut dengan santainya memancing. Lima menit masih belum mendapatkan apa-apa. Sepuluh menit kemudian umpannya dimakan ikan. Ketika orang tua tersebut menarik kailnya, ternyata gagal mendapatkan ikan. Orang tua itu kembali memasang umpan, melempar umpan tersebut ke sungai. Dia duduk kembali menunggu ikan memakan umpannya. Sepuluh menit kemudian tidak terjadi apa-apa.

Mahasiswa pandai yang ada di dekat orang tua tersebut heran dengan apa yang dia lakukan. Maklum, mahasiswa ini selalu sibuk mengerjakan tugas kuliah, merencanakan masa depannya, dan aktif di berbagai organisasi. Lalu mahasiswa ini membuka pembicaraan.

”Bapak, mengapa bapak menghabiskan waktu seperti itu? Bukankah Bapak bisa memakai alat yang lebih canggih supaya mendapatkan ikan?”
”Alat seperti apa yang kamu maksudkan anak muda?”

”Seperti jaring Pak, sehingga Bapak bisa mendapatkan ikan lebih banyak dan lebih cepat.”

”Anak muda, kalau saya ingin ikan lebih banyak dan lebih cepat, saya tinggal pergi ke pasar. Saya mendapatkannya disana. Bahkan saya bisa memilih ikan yang saya suka.”

”Lalu mengapa Bapak repot-repot memancing?”
”Karena saya suka melakukannya. Saya suka memancing bukan karena saya ingin mendapatkan ikan.”

Ada hal-hal yang kita suka ketika kita melakukannya. Kita menikmatinya. Do adalah hal-hal tersebut. Do bisa berupa hobi kita seperti memancing, mendaki gunung, membaca, menulis, jalan-jalan di mall atau hal lainnya. Do tidak lagi bicara apa yang kita dapatkan ketika kita melakukannya. Sama seorang tua tersebut, dia tidak mentargetkan mendapatkan ikan. Dia ingin memancing karena menikmati suasananya. Dia menikmati apa yang dia lakukan, menunggu umpan dimakan ikan, menariknya dan memasang umpan lagi.

Kisah Bill.

Bill berkenalan dengan komputer pertama kalinya di tahun 1968. Pada tahun 1960-an komputer masih sangat mahal sehingga hanya perusahaan besar yang memilikinya. Bill sangat menyukai aktivitasnya yang baru tersebut. Bahkan Bill sering ditemukan di ruang komputer ketika pelajaran sudah dimulai. Dia membolos sekolah sehingga terkena sanksi dari sekolahnya.

Bill dibatasi pemakaian komputer tetapi dia justru mengubah programnya sehingga bisa memakai komputer lebih lama dari seharusnya. Dia pun menerima tawaran membuat program komputer supaya bisa berlama-lama di komputer. Dia terus bergelut dengan komputernya. Memang akhirnya Bill dengan nama lengkapnya Bill Gates menjadi kaya bahkan manusia terkaya di dunia karena apa yang dia lakukan.

Di awal-awal karir Bill Gates sangat terlihat bahwa dia melakukannya karena menyenangi komputer. Dia awalnya tidak memikirkan apa yang dia dapatkan. Demi dapat menggunakan komputer lebih lama, dia rela bergadang dan mengerjakan program-program kecil.

Melakukan sesuatu adalah menyenangkan.

Saya juga pernah membaca tentang seorang wanita yang bekerja di sebuah salon kecantikan. Penghasilannya sangat kecil tetapi dia menikmati pekerjaannya. Konsumennya sering membuatnya bermasalah. Ada konsumen yang berganti-ganti keinginan, ada juga yang terus ngomong sampai membuat yang mendengar bosan. Ada yang marah-marah ke dia karena menganggap dia telah mencuri kunci konsumen tersebut.

Maklum saja, salonnya melayani orang-orang jompo. Konsumen seperti itu memang sangat menyulitkan dan jangan berharap mereka mampu membayar mahal untuk pelayanan yang ada. Tetapi wanita tersebut menikmatinya dan tidak mau memindahkan salonnya ke tempat yang lebih menguntungkan. Karena itulah mimpinya, sesuatu yang dia lakukan alias do.

Seorang teman sudah bekerja keras setiap harinya. Dia sedang mewujudkan mimpinya di dalam karirnya. Dia ingin naik posisi dan gaji. Dia mencurahkan waktu dan energi yang dimilikinya. Sampai suatu hari, dia dalam keadaan lelah. Dia bicara dengan dirinya sendiri, aku ingin mendaki gunung. Tetapi selama ini dia tidak memiliki waktu untuk melakukannya. Dia memiliki uang tetapi uang tersebut tidak mampu membeli kebahagiaan dirinya jika mendaki gunung. Tidak salah dengan mendaki, tidak salah juga jika Anda sesekali -atau bahkan sering kali- menonton film di bioskop. Atau mengajak pasangan Anda makan pizza berdua dan menikmati setiap momen yang ada.

DO bisa berbicara tentang pekerjaan Anda. Saya sangat senang ketika saya mentraining materi mentoring ke banyak peserta. Saya seorang trainer sehingga memberikan training adalah pekerjaan saya. Hanya saja tidak selalu saya menyukai topik training yang saya bawakan. Terkadang saya mentraining tentang administrasi yang berhubungan dengan kantor saya, terkadang saya mentraining materi yang saya suka. Saya sering mencuri waktu dengan memberikan materi yang saya suka di sela-sela materi administrasi.

Tetapi DO juga bisa tidak ada hubungannya dengan pekerjaan. Saya dan istri saya melakukan perjalanan ke Bali di bulan Desember 2005. Setelah itu kami tidak pernah melakukannya lagi. Perjalan kami yang bersifat bersenang-senang bersama sudah lama tidak kami lakukan. Tentu saja saya ingin melakukannya lagi. Sesuatu yang ingin saya lakukan tetapi tidak berhubungan dengan pekerjaan saya.

Daftarkan DO Anda.

Dari daftar mimpi Anda, tuliskan yang menjadi bagian DO. Jika memang ada hal lain yang belum Anda tuliskan tapi ingin Anda lakukan, Anda bisa menambahkannya. Anda memang perlu kerja tambahan karena harus menulis ulang. Hal itu akan berguna untuk Anda. Menulis ulang akan membuat pikiran bawah sadar Anda merekam apa yang Anda impikan. Jika sudah terekam dalam pikiran bawah sadar maka tanpa Anda sadari Anda akan menemukan cara-cara mewujudkan mimpi Anda. Percayalah, lakukan saja, tuliskan semua impian Anda yang berhubungan dengan DO.

DO:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

DO yang terpenting

Dari daftar DO Anda, carilah dua DO yang paing penting buat diri Anda. Caranya, bandingkan daftar DO nomor satu dengan nomor dua. Jika nomor satu lebih penting maka bandingkan nomor satu dengan nomor tiga. Tetapi jika nomor dua yang lebih penting maka bandingkan nomor dua dengan nomor tiga. Demikian seterusnya. Nomor yang lebih penting di bandingkan dengan nomor berikutnya. Lakukan hal tersebut dua kali sehingga Anda mendapatkan dua hal yang paling penting di dalam daftar DO.

Jangan tergoda untuk melihat sekilas lalu menentukan apa yang penting buat diri Anda. Karena otak kita hanya terlatih membandingkan dua hal, tidak lebih. Jika kita mendapatkan 3 pilihan maka kita hanya membandingkan dua diantara tiga secara bergantian sampai akhirnya kita memilih satu dari dua. Jika kita melihat sekilas maka kita hanya membandingkan tulisan yang menarik mata kita lalu kita memutuskannya. Sama ketika kita memilih satu orang dari lima orang maka kita cenderung memilih orang yang menarik pandangan kita. Karena itu, cobalah untuk membandingkan hanya dua, dan jika bagian lainnya tidak penting, maka bandingkan yang penting dengan pilihan berikutnya. Tuliskan dua DO yang paing penting yang Anda dapatkan.

Dua DO yang paling penting:

1.

2.

Be

Be adalah menjadi apa diri kita. Ini bisa berbicara tentang posisi yang kita harapkan. Tentu saja kita mengharapkan posisi tertentu karena kita ingin melakukan sesuatu attau berdampak buat suatu komunitas. Posisi itu bukan tujuan akhir tetapi alat untuk melakukan sesuatu.

Kisah Abraham Lincoln

Abraham Lincoln merupakan contoh yang paling cocok yang saya dapatkan. Dia hanyalah seorang petani biasa. Perkenalannya dengan dunia hukum terjadi dengan tidak sengaja. Saat itu dia harus masuk ke pengadilan karena dianggap mengambil penumpang untuk perahunya tanpa ada izin usaha. Dia pun membela diri dan sang hakim menawarkan mengajarinya hukum karena kecerdasannya. Dia akhirnya menjadi pengacara karena dia ingin membela rakyat kecil.

Tetapi mimpinya tidak berhenti di situ. Saat itu dia mengalami kesedihan ketika melihat orang kulit hitam mengalami perbudakan. Dia menganggap bahwa perbudakan harus dihapuskan. Dia ingin melakukannya tetapi dia memerlukan posisi untuk bisa melakukannya. Karena itu dia masuk ke dunia politik.

Dia terus berjuang untuk menghapuskan perbudakan di Amerika. Dia berkampanye dan menginginkan posisi presiden. Karena posisi tersebutlah yang bisa membuat dirinya menghapuskan perbudakan. Akhirnya dia menjadi presiden ke-16. Dia memanfaatkan posisinya untuk menghapuskan sistem perbudakan tersebut. Posisi sangat penting buat Abraham Lincoln dalam mewujudkan impiannya. Dia pun meninggalkan praktek pengacaranya demi memperoleh posisi tersebut. Dia berkampanye keliling dan akhirnya mendapatkan posisi sebagai presiden.

Menjadi seseorang yang kita inginkan.

BE bukan hanya sekedar posisi melainkan juga bisa berbicara tentang kepribadian dan karakter kita, apakah kita menjadi seseorang yang selama ini kita inginkan. Jangan sampai kita mendapatkan banyak hal tetapi justru kita kehilangan diri kita sendiri.

Seorang senior saya yang saya kagumi, akhirnya mengecewakan saya. Dia mendapatkan posisi yang tinggi di kantornya bahkan dia menjadi orang kepercayaan bosnya yang sekaligus pemilik perusahaan. Dia harus menemani bosnya kemanapun bosnya pergi. Itu berarti dirinya harus ke kafe, tempat pijit plus-plus dan tempat lainnya. Dia lakukan semua itu demi memuaskan keinginan bosnya.

Dia mendapatkan gaji yang tinggi karena menjadi anak kesayangan. Tetapi dia mendapatkan protes dari istrinya karena istrinya merasa mulai diabaikan. Waktu yang seharusnya dia habiskan dengan istrinya terpaksa harus dia lewatkan dengan bosnya. Istrinya juga protes karena kebiasaan buruk yang orang tersebut lakukan ketika di rumah.

Mendengar protes istrinya, sang bos marah. Menurut bosnya, istri harus taat seratus persen dan tidak boleh protes. Toh selama ini sang suami memberikan uang ke istrinya. Bosnya meminta senior saya mendisiplinkan istrinya. Mulailah kekerasan dalam rumah tangga terjadi. Orang yang tadinya sangat santun menjadi liar ketika di rumah. Dia merasa berhak melakukannya. Nilai-nilai positif yang selama ini dia pegang bahkan ajarkan ke kami-sebagai yuniornya- sudah hilang.

Bosnya memberikan dukungan terhadap perilaku kasarnya. Senior saya bisa melakukan apa yang dia ingin lakukan. Senior saya juga memiliki apa yang selama ini ingin dia miliki. Tetapi dia sudah berubah. Dia menjadi seseorang yang sudah tidak dikenalnya lagi. Akhirnya dia menceraikan istrinya.

Menemukan karakter yang perlu diubah.

Ketika saya diskusi dengan istri saya, saya menyadari kelemahan saya. Dibalik ketenangan saya, saya sebenarnya adalah seorang yang kawatir. Sifat saya yang kawatir berlebihan muncul jika sudah berhubungan dengan sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan. Misalnya ketika saya melakukan perjalanan ke luar kota. Saya meminta taxi menjemput saya di jam yang sudah saya tentukan. Saya sudah dipastikan akan siap sekitar sepuluh menit sebelum jam yang saya tentukan. Saya tinggal memakai sepatu lalu berangkat.

Jika taxi tersebut belum muncul tepat waktu sudah dipastikan saya akan telpon. Jika terlambat lebih dari lima menit, saya akan telpon lagi dengan nada yang agak tinggi. Sebenarnya bukan karena marah, tetapi saya mulai kawatir. Saya kawatir tidak tiba tepat waktu. Saya kawatir ketinggalan pesawat. Saya kawatir tiba-tiba jalan macet sehingga saya menghabiskan lebih banyak waktu di jalan.  Banyak kekawatiran yang saya pikirkan.   

Saya pun menetapkan diri saya haruslah menjadi orang yang lebih tenang. Saya tidak mau kawatir akan banyak hal. Saat ini, kekawatiran saya mulai terkendali. Saya selalu memikirkan hal terburuk yang bisa saya alami sebagai wujud kekawatiran saya. Tetapi saat ini saya siap menerima konsekuensi dampak tersebut sehingga saya lebih tenang. Misalnya jika saya ketinggalan pesawat maka saya beli aja tiket jadwal berikutnya. Kalaupun saya harus kehilangan uang sebesar harga tiket tersebut, ya tinggal bayar saja. Kesiapan dan kesediaan saya menerima konsekuensi terberat membuat saya lebih tenang.

Bagaimana dengan Anda, karakter apa yang perlu diubah? Sebuah karakter yang membuat Anda merasa risih dan itu harus diubah. Anda tidak ingin dikenal dengan karakter Anda tersebut. Orang yang menyebalkan, pemarah, tidak bisa memaafkan, pembual, atau karakter lainnya. Tentu saja Anda bisa berubah dan masukan itu sebagai mimpi Anda.

Daftar BE.

Penting buat diri kita memiliki impian menjadi seperti apa kita kelak. Bukan sekedar posisi kita tetapi juga kepribadian dan watak kita. Kita perlu menerima diri kita kalau kita memiliki watak yang tidak baik tetapi kita tidak boleh membiarkan ketidakbaikan tersebut. Dari daftar impian yang sudah dibuat, tuliskan impain Anda yang termasuk BE. Jika memang Anda terinspirasi BE yang baru, tuliskan saja BE tersebut di dalam daftar berikut:  

Daftar BE:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Dari daftar BE Anda, carilah dua BE yang paling penting buat diri Anda. Caranya, bandingkan daftar BE nomor satu dengan nomor dua. Jika nomor satu lebih penting maka bandingkan nomor satu dengan nomor tiga. Tetapi jika nomor dua yang lebih penting maka bandingkan nomor dua dengan nomor tiga. Demikian seterusnya. Nomor yang lebih penting di bandingkan dengan nomor berikutnya. Lakukan hal tersebut dua kali sehingga Anda mendapatkan dua hal yang paling penting di dalam daftar BE.

Dua BE yang paling penting:

1.

2.

HAVE

Di akhir tahun 2009, saya dan istri saya melakukan perjalanan ke rumah orang tua saya. Sebenarnya perjalanan itu merupakan perjalanan biasa yang saya lakukan. Disana saya bertemu dengan keponakan saya yang tentu saja sangat menanti-nantikan saya. Kakak saya menceritakan, anak-anaknya selalu menanyakan kapan saya sampai di rumah mereka. Keponakan saya pun melihat kalender setiap hari.

Anak kecil pun tahu.

Keponakan saya yang besar panggilannya Beneda berumur 10 tahun dan adiknya bernama Elora berumur 5 tahun. Mereka pun membuat acara penyambutan buat saya. Mereka menuliskan di kertas ucapan selamat datang selayaknya spanduk yang disiapkan untuk pejabat. Mereka tempelkan di kamar yang akan kami pakai. Selamat dating om ganteng dan tante cantik, demikianlah tulisan yang mereka buat.

Dibalik semua perlakuan itu, ada hal tersembunyi yang saya ketahui ingin mereka lakukan. Mereka ingin saya memanjakan mereka dengan mengajak mereka ke mall. Mereka sudah tahu apa yang mereka inginkan-demikian pula saya. Hari itu juga saya mengajak mereka lalu membiarkan mereka menuju ke satu tempat, yaitu mainan.

Mereka memilih mainan yang mereka suka, membawa ke kasir dan meminta saya membayarnya. Lalu mainan tersebut di bawa pulang. Mereka tahu apa yang mereka ingin miliki ketika saya datang. Mereka juga mengetahui kebiasaan saya, saya tidak akan memberi mereka uang atau oleh-oleh seperti saudara lainnya. Sebenarnya saya tidak mau susah-susah memikirkan hal apa yang cocok buat mereka. Mereka tinggal sebutkan apa yang mereka ingin miliki lalu tugas saya untuk membayarnya.

Berusaha memiliki.

Sering kali saya tidak tahu apa yang ingin saya miliki. Tidak seperti keponakan saya, saya masih bingung dengan keinginan saya sendiri. Secara sadar saya mengatakan ke diri saya kalau tidaklah mungkin saya memilikinya. Saya merasa cukup dengan apa yang ada sekarang dan tidak menginginkan hal yang lain. Alasannya, saya ingin mencukupkan diri dengan apa yang saya miliki.

Alasan sebenarnya adalah saya tidak mau bekerja keras untuk sesuatu yang harus saya miliki. Saya merasa itu semua hanya keinginan bukan sebuah kebutuhan. Keinginan tidaklah harus dipenuhi tetapi kebutuhan haruslah saya penuhi.

Ketika pulang dari rumah orang tua saya, saya tersadar pentingnya sesuatu yang saya inginkan sebelumnya. Pagi itu, sekitar jam lima pagi, saya dan istri saya sampai di rumah. Kami terkejut ketika mendapati pintu ke dapur sudah terbuka dan kamar kami berantakan. Kami pun menyadari, sudah ada pencuri yang masuk ke rumah kami. Mereka membobol bagian belakang rumah kami. Kami kehilangan beberapa yang penting termasuk ketenangan yang selama ini kami miliki.

Kami menjadi selalu kawatir, jangan-jangan pencuri akan masuk kembali ke rumah kami. Tadinya kami merencanakan akan membangun bagian belakang rumah kami dua tahun lagi, karena kami harus menabung untuk melakukannya. Tetapi hal itu menjadi sangat penting. Kami ingin melakukannya di tahun 2010.

Memiliki bukanlah hal yang salah.

Memiliki sesuatu bukanlah hal yang salah demikian juga keinginan kita memilikinya. Sesuatu itu juga terserah kita termasuk kapan kita ingin mewujudkannya. Teman saya memilih membeli mobil terlebih dahulu dibandingkan rumah. Sedangkan saya memilih memiliki rumah terlebih dahulu. Siapa yang salah? Tidak ada yang salah. Semua terserah diri kita, apa yang ingin kita miliki beberapa bulan atau tahun kedepan. Pilihannya bisa berbeda-beda.

Mungkin saya memilih mobil yang hemat bensin dan bisa digunakan untuk membeli barang-barang sehingga saya tidak menyukai jenis sedan. Sedangkan orang yang lainnya memilih sedan karena sesuai selera mereka. Saya harus mengurungkan minat saya memiliki HP atau alat elektronik yang canggih supaya bisa membangun bagian belakang rumah saya sedangkan yang lainnya sudah tersihir dengan Blackberry mereka.

Terserah Anda apa yang Anda inginkan hanya saja Anda perlu mengetahui apa yang Anda inginkan. Saya memimpikan rumah tingkat sehingga dari tingkat tersebut saya bisa memandang pemandangan yang indah di belakang rumah saya. Dengan adanya keinginan tersebut saya pun mempersiapkan pondasi dengan kekuatan untuk rumah tingkat. Saya pun mulai menghitung biayanya dan mempersiapkan uang yang saya butuhkan untuk melakukannya. Bayangkan saja jika saya tidak tahu apa yang saya inginkan. Saya membuat pondasi dengan kekuatan biasa lalu tiba-tiba saya menginginkan tingkat. Biaya yang saya butuhkan pastilah lebih banyak.

HAVE tidak hanya bicara tentang berapa harta yang kita miliki, gaji yang kita dapatkan atau benda-benda yang bisa memuaskan kita. HAVE juga bicara tentang hubungan. Baik hubungan dalam keluarga (dengan istri, orang tua dan anak-anak kita) atau hubungan dengan teman. Kita tidak mungkin bisa melangkah lama jika kita tidak memiliki siapa-siapa di samping kita. Jika kita ingin berlari cepat memang kita harus melakukannya sendiri. Jika kita sedang mengejar impian kita dan menginginkannya cepat tercapai, lakukanlah sendirian. Tetapi jika kita ingin berjalan lama, berjalanlah dengan seseorang. Jangan sampai kita mengejar semua mimpi kita tetapi kita sudah sendirian di ujung sana.

Kisah di film Click.

Film Click memperlihatkan pentingnya kita memasukan memiliki keluarga atau sahabat di dalam mimpi kita. Seorang arsitek yang sangat gila kerja memanfaatkan semua waktunya untuk mengejar target kerjanya. Ketika pulang dari kantor, dirinya masih harus mengerjakan sesuatu di ruang kerjanya, di rumah. Ketika istrinya meminta bantuannya, dia merasa sangat terganggu. Ketika anak-anaknya membutuhkan bantuannya, dia merasa telah menyia-nyiakan waktunya.

Akhirnya dia menemukan alat yang berfungsi seperti remote TV untuk kehidupan. Dia bisa mempercepat waktu-waktu yang menurutnya tidak penting dan memperlambat waktu-waktu yang menurutnya penting. Dia selalu mempercepat waktu untuk keluarganya. Dia bisa fokus pada pekerjaannya. Dia akhirnya mendapatkan posisi tertinggi di perusahaan tempatnya bekerja.

Tetapi tidak lama kemudian, dia mendapati bahwa istrinya bersama dengan lelaki lain. Dia pun mencoba meneliti, ternyata selama ini dirinya mengabaikan istrinya sehingga mereka bercerai. Anak-anaknya menjadi tidak terurus. Secara finansial, semua kebutuhannya terpenuhi. Tetapi tidak secara emosi. Akhirnya tokoh tersebut menyesal dan memohon untuk kembali ke masa sebelum dia menemukan remote tersebut.

Hati-hati memilih HAVE Anda.

Saya memiliki kesempatan berjumpa dengan orang-orang yang menganggap memiliki teman atau keluarga bukanlah hal yang penting. Dia selalu disibukkan dengan pekerjaannya. Dia memang bisa menyelesaikan semua target yang diinginkan. Bahkan dia bisa lebih berprestasi dibandingkan dengan orang lainnya. Karena dirinya sangat fokus ketika mengerjakan pekerjaannya. Alhasil, dia terpuaskan dengan anggapan orang tentang apa yang dia kerjakan.

Tetapi ketika waktu terus berjalan, dia mengalami kesulitan karena tidak memiliki teman. Bahkan ketika dirinya menginginkan seorang pendamping hidup, dirinya tidak mendapatkannya, karena usianya yang sudah terlalu tua. Sudah sulit buatnya untuk mencari pacar dan komunitasnya juga sudah sangat terbatas. Di masa tuanya, dirinya tidak memiliki keluarga, sudah tua, sendiri dan kehilangan segalanya. Jika dirinya sudah tidak bekerja lagi, sudah tidak ada yang dia banggakan. 

Tentukan HAVE Anda.

Apakah yang Anda mimpikan ingin Anda miliki? Dari daftar impian yang sudah dibuat, tuliskan impian Anda yang termasuk HAVE. Jika memang Anda terinspirasi HAVE yang baru, tuliskan saja HAVE tersebut di dalam daftar berikut: 

Daftar HAVE:

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

Dari daftar HAVE Anda, carilah dua HAVE yang paling penting buat diri Anda. Caranya, bandingkan daftar HAVE nomor satu dengan nomor dua. Jika nomor satu lebih penting maka bandingkan nomor satu dengan nomor tiga. Tetapi jika nomor dua yang lebih penting maka bandingkan nomor dua dengan nomor tiga. Demikian seterusnya. Nomor yang lebih penting di bandingkan dengan nomor berikutnya. Lakukan hal tersebut dua kali sehingga Anda mendapatkan dua hal yang paling penting di dalam daftar HAVE.

Dua HAVE yang paling penting:

1.

2.

Selamat, Anda sudah menyelesaikan dua langkah yang paling penting untuk mewujudkan mimpi Anda. Kita tidak akan pernah berhasil mewujudkan sesuatu yang kita sendiri tidak tahu sesuatu itu apa. Jika saya bingung hari ini akan makan apa, siapapun di sekitar kita tidak mungkin bisa mewujudkan keinginan saya. Tetapi jika saya tahu apa yang saya inginkan, maka dengan mudahnya saya mewujudkan keinginan saya. Jika memang saya menginginkan soto maka saya pergi ke warung soto dan terwujudlah keinginan saya. Demikian pula dengan mimpi. Jika saya tidak tahu mimpi saya, maka sulit buat siapa pun di sekitar saya –termasuk saya dan TUHAN- untuk mewujudkannya.

Tuliskanlah kembali daftar Anda di tempat ini. Penulisan ini untuk membuat otak Anda semakin mengenali mimpi Anda. Proses ini akan membantu membuat alam bawah sadar Anda berusaha mewujudkan apa yang Anda mimpikan.

DO

1.

2.

BE

1.

2.

HAVE

1.

2.

Comments

2 Comments on Sepuluh Langkah Mewujudkan Mimpi: Langkah 2:Pilihlah DO, Be dan Have

  1. Bambang on Wed, 16th Feb 2011 5:55 am
  2. Sangat menarik. Jadi tidak hanya harta yang dikejar tetapi juga perubahan karakter di dalam diri kita.

  3. Sitorus on Thu, 17th Feb 2011 9:23 pm
  4. Bagus kali pun, cuma panjangnya…..