Tiga Jenis Rintangan Mencapai Sukses

April 26, 2010 by S. Libe Suryapusoro
Filed under: pengembangan diri 

Setiap hal pastilah ada rintangannya. Bahkan untuk hal yang sangat sepele pun kita menemukan rintangan di baliknya. Ketika kita menginginkan air minum, kita tidak menemukan sedikitpun di sekitar kita. Kita perlu berjalan beberapa meter bahkan mungkin ratus meter, mengambilnya atau membelinya barulah kita bisa meminumnya. Ada tiga jenis rintangan mencapai sukses yang saya kenal.

Yang pertama adalah rintangan yang sangat mudah. Contohnya makanan tersebut. Kita tinggal berdiri dan mengambilnya maka kita bisa meminumnya. Terkadang mimpi kita memiliki rintangan yang semudah itu tetapi kita merasa rintangan yang ada sangat besar. Ketika saya membeli HP ternyata baterai HP tersebut tidak berfungsi dengan baik. Saya tahu HP tersebut masih memiliki garansi tetapi juga saya tau banyak penjual yang mempersulit orang untuk mengklaim garansi tersebut. Saya coba telpon tokonya tetapi responnya tidaklah terlalu bagus. Saya pun datangi toko untuk memberi tahu mereka kalau baterai tidak bisa berfungsi dengan baik. Tanpa bicara panjang lebar, pemilik toko tersebut langsung mengganti baterai dan saya pun bisa pergi dengan tenang.

Awalnya saya menyangka prosesnya akan panjang dan membuat hati saya tidak enak. Ternyata rintangan yang ada semudah itu. Saya sering menemukan rintangannya justru di dalam diri saya sendiri. Saya menciptakan rintangan tersebut. Saya membayangkan akan terjadi permasalahan dan saya menyiapkan cara menghadapinya. Padahal saya tinggal meminta. Itu saja yang perlu saya lakukan. Banyak orang yang memiliki rintangan dalam mewujudkan mimpinya hanya disebabkan tidak adanya keberanian untuk meminta. Saya salah satunya. Meminta bantuan orang yang saya kenal lalu membiarkan proses terjadi. Pikiran sayalah yang membuat rintangan mudah menjadi sulit.

Yang kedua rintangan yang sulit. Kita perlu kerja keras untuk melakukannya. Saya menginginkan memiliki penerbit sendiri untuk buku saya. Saya membayangkan cara membuat buku ini bisa mempengaruhi banyak orang. Harus ada hati yang terlibat, keringat yang tercurah dan darah yang menetes supaya buku ini memiliki jiwa. Tetapi memiliki penerbit sendiri bukanlah hal yang mudah. Modal untuk mencetak buku cukup besar buat orang seperti saya. Belum lagi memikirkan pemasaran yang harus dilakukan supaya buku ini diketahui banyak orang. Tetapi itu bukan hal yang tidak mungkin. Memang sulit tetapi bukan hal yang mustahil. Kita akan menjumpai rintangan jenis ini untuk mewujudkan mimpi kita. Kita perlu kerja keras. Kita memerlukan banyak waktu dan uang untuk mewujudkannya. Kita harus menunggu bukan sekedar sebulan dua bulan melainkan bertahun-tahun. Ketika orang sedang bersenang-senang kita justru ada di dalam ruangan untuk melangkah demi mimpi kita. Kita seperti di dalam dapur yang kosong tetapi kita menginginkan sup. Maka kita harus mencari sayur mayurnya seperti wortel, kol, daun seledri, buncis, bunga kol dan sayuran lainnya. Kita pun masih harus mencari bumbu-bumbunya. Setelah itu kita harus memprosesnya dan jadilah sup. Kita perlu bertindak dan tidak jarang kita harus bekerja keras supaya apa yang kita impikan bisa terwujud.

Yang ketiga adalah hal yang mustahil. Inilah yang berhasil diatasi oleh orang-orang besar. Mereka melakukan hal-hal yang mustahil di zamannya. Penyakit yang tidak ada obatnya pun diteliti. Mustahil ada obat untuk penyakit tersebut. Diperlukan waktu bertahun-tahun sampai akhirnya ditemukan obatnya. Mustahil buat kita bisa ke langit tetapi saat ini sudah ada paket wisata di antariksa. Di zaman Wrigh bersaudara mustahil kita bisa terbang dan saat ini sudah banyak sekali orang yang menggunakan pesawat terbang. Dahulu dikatakan mana mungkin orang betah berjam-jam duduk di depan kotak dan saat ini banyak orang yang betah duduk lebih dari empat jam di depan televisi. Kita akan menemukan adanya rintangan yang mustahil kita atasi.

Mimpi kita seakan-akan terlalu tinggi sehingga tidaklah mungkin bisa kita wujudkan. ”Saya kan orang miskin bagaimana mungkin saya memiliki perusahaan sendiri?” Inilah contoh kemustahilan terwujudnya mimpi kita. ”Dia begitu cantik dan sempurna, tidaklah mungkin mau menjadi istri saya.” Atau mungkin kita memikirkan membuat rumah diatas langit sehingga kita tidak perlu membeli tanah. Atau sebuah mesin waktu seperti di film sehingga kita tidak memerlukan waktu lama menuju ke suatu tempat. Mungkinkah selembar kertas ditukar dengan mobil? Bukankah hal itu sangat mustahil? Jika berton-ton kertas mungkin saja kita tukar dengan mobil tetapi kalau selembar? Jika kita tidak tahu caranya maka semua itu menjadi tidak mungkin. Rintangan yang tidak mungkin kita atasi karena kita tidak tahu cara mengatasinya. Tidak terpikirkan oleh kita. Tetapi sebenarnya mungkin saja kita kita tahu caranya.

Selembar kertas seperti apakah yang bisa ditukar mobil?

Inilah daftarnya:

• Selembar kertas berisi karya designer terkenal • Selembar kertas hasil lukisan pelukis terkenal • Selembar kertas yang bernama cek • Selembar kertas yang ditulis oleh presiden dengan tulisan ”berikan mobil ke orang yang membawa kertas ini” • Cari orang gila yang mau menukar mobilnya dengan selembar kertas • Jadilah pengkhianat negara dengan menyerahkan selembar kertas yang bertuliskan ”rahasia negara” dan berikan ke musuh • Berikan selembar kertas ke dealer mobil dan mintalah mobil kepadanya sambil todongkan pistol di pelipisnya

Saat ini bisa saja rintangan untuk mewujudkan mimpi Anda tidak mungkin diatasi karena memang Anda tidak mengetahui cara mengatasinya. Untuk rintangan yang satu ini memang kita harus mengerahkan semua yang kita miliki untuk mengatasinya. Ada faktor x yang menentukan kemampuan kita mengatasi rintangan tersebut. Beberapa orang menyebutnya sebagai hasil kegigihan. Orang yang lain menyebutnya sebagai energi alam semesta. Saya menyebutnya sebagai belas kasih TUHAN. Saya mengamati, hal-hal mustahil itu teratasi begitu saja. Thomas Alfa Edison setelah mencoba berkali-kali gagal dan akhirnya berhasil begitu saja. Seakan-akan ada ide baru yang keluar dari pikirannya sehingga dia bisa mengatasi permasalahannya. Saya menyebutnya sebagai belas kasih TUHAN sehingga DIA memberikan pikiran itu ke Thomas Alfa Edison. Tapi bukan berarti kita duduk-duduk lalu belas kasihan itu datang. Kegigihan kita mengetuk pintu surga membuat TUHAN membuka pintunya.

Comments

One Comment on Tiga Jenis Rintangan Mencapai Sukses

  1. Santo on Mon, 10th May 2010 4:53 am
  2. Bagus Pak, saya tunggu artikel lainnya lagi.