Tidak Ada Makan Siang Gratis

April 19, 2010 by S. Libe Suryapusoro
Filed under: pengembangan diri 

Tidak ada makan siang gratis. Demikianlah ungkapan yang cocok. Saya menyaksikan iklan telpon gratis 100 menit tetapi dengan catatan mendaftar dan membayar sekian rupiah dan berlaku di jam tertentu. Atau sms gratis yang datangnya tidak bisa diduga sehingga sulit untuk dimanfaatkan. Atau baru-baru ini saya membeli telpon dengan janji Facebook-an gratis. Ternyata kalau upload harus bayar dan setelah sehari dipakai sudah tidak bisa lagi. Coba cari, yang gratis apakah yang tidak harus membayar sama sekali? Bahkan kita sering mendengar ungkapan, hari ini bayar, besok gratis. Lalu kapan gratisnya?

Dalam hidup kita juga tidak ada yang gratis. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu maka kita harus membayarnya. Kalau mau makan enak maka kita harus membayar lebih mahal lagi. Kalau mau baju bagus, siapkanlah cukup uang untuk mendapatkannya. Tidak ada yang gratis bung! Pasti harus membayarnya. Bahkan jika kita mengikuti undian pun tidak gratis. Kita harus membeli suatu produk supaya mendapatkan kupon undian. Atau kita harus menghabiskan banyak waktu supaya mempunyai kesempatan untuk mendapatkan hadiah. Saya juga sering ditawari hadiah gratis dengan syarat membeli sesuatu. Dapatkan setrika gratis dengan membeli lemari es, dan lain sebagainya. Harus ada upaya untuk mendapatkan sesuatu. Jangan berharap kita ongkang-ongkang kaki dan apa yang kita harapkan akan hadir di depan mata.

Memang ada beberapa cara untuk membayarnya. Bisa saja orang lain membayarkan kita tetapi suatu saat kita pasti harus membayar apa yang telah kita pakai. Istilah yang sering dipakai, membayar kemudian. Ambillah sekarang, gratis tetapi Anda harus mencicil setiap bulan sejumlah tertentu. Atau ambilah sekarang tetapi Anda harus membantu saya melakukan sesuatu. Orang sangat suka dengan membayar kemudian. Seakan-akan kita tidak perlu kerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Tetapi hukum berlaku: membayar kemudian selalu lebih mahal daripada membayar sekarang. Lihatlah dunia kredit. Saya mendapatkan selebaran kredit dengan bunga sampai 50% per tahun. Kejam sekali, tetapi tetap saja ada orang yag mau membayar kemudian.

Kalau kita ingin mendapatkan keinginan kita, bisa saja kita membayar kemudian. Tetapi pastikan kita bisa membayarnya.  Kita ingin menjadi pemimpin, padahal kita tidak memiliki kapasitas kepemimpinan. Bisa saja kita membayar kemudian. Tetapi kita akan membayarnya dengan nama baik kita yang hilang, runtuhnya sebuah organisasi, dan hal lainnya. Bia saja kita menjadi terkenal dengan memakai ide-ide orang lain dan mengakunya sebagai ide kita sendiri. Kita mendapatkan kemuliaan dari penderitaan orang lain. Tetapi siap-siaplah kita akan dihujat dan tidak dianggap kreatif di dunia persilatan.

Yang paling baik, bayarlah sekarang. Kerja keraslah sekarang untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Ketika saya berencana membuat kumpulan tulisan renungan, maka saya harus mulai mengetikan setiap hal yang ada di pikiran saya. saya tidak bisa hanya tidur-tiduran dan tau-tau sudah mendapatkan kumpulan renungan. Ada harga yang harus saya bayar dan saya harus membayarnya sekarang. Semakin mahal harga yang saya bayar maka semakin berarti hal tersebut. Semakin kerja keras untuk sesuatu maka sesuatu tersebut akan menjadi semakin berharga.

Semua tergantung pada kita. Apakah kita ingin mendapatkan sesuatu? Tidak ada makan siang gratis, mulailah bekerja dan berusaha untuk mendapatkannya. Lebih baik bayar dimuka dengan harga yang lebih murah dan jelas daripada bayar di kemudian dengan harga yang lebih mahal dan juga tidak jelas apakah kita akan tetap mendapatkannya atau kemudian akan disita karena kita tidak mampu membayarnya. Keputusan di tangan Anda.

Comments

One Comment on Tidak Ada Makan Siang Gratis

  1. betesda marsaulina on Tue, 18th May 2010 3:19 pm
  2. ok………..Pak
    saya pilih yang bayar aja….