Hambatan Pengembangan Diri: Sangat Mengutamakan Hubungan
Banyak hal ditentukan oleh hubungan kita dengan orang lain. Misalnya jika Anda mendengar seseorang mengatakan anjing, cara Anda menangkap tergantung hubungan Anda dengan orang tersebut. Jika hubungan Anda baik, maka Anda menyangka akan diberi anjing lucu dan menggemaskan. Jika hubungan Anda buruk dengan orang tersebut maka Anda akan menyangka dia mengatai Anda anjing. Tentu sangat kasar. Ada dua tipe orang tentnag hubungan, yang pertama mengutamakan hubungan dan yang kedua tidak terlalu perduli terhadap hubungan. Baik tipe pertama maupun kedua, dua-duanya bisa menghambat pengembangan diri jika kita tidak lakukan dengan seimbang.
Sangat mengutamakan hubungan.
“mengapa kamu melakukan semua itu?” Tanya saya ke seorang teman. Dia sudah mengorbankan banyak waktunya untuk mengerjakan sebuah proyek social. Sebenarnya semua itu tidak masalah buat saya kecuali pekerjaannya berantakan karena dia melakukan proyek social. Seharusnya dia tahu, kapasitasnya sudah tidak memungkinkan lagi. Tetapi dia tidak menolak, bahkan menyanggupi pekerjaan yang sangat mendadak dan membuatnya tidak tidur.
“Saya tidak enak. Karena yang meminta saya mengerjakan ini adalah teman dekat saya.” Saya pun mengundang dia dengan kekasihnya dan istri saya makan malam. Dalam makan malam itulah saya mencoba memahami apa yang dia lakukan. Mengapa dia begitu mengorbankan banyak hal demi sesuatu yang sebenarnya tidak menghasilkan apapun buat dirinya. Ternyata penyebabnya adalah hubungan. Dia sangat mengutamakan hubungan dibandingkan hal lainnya.
Saya pernah meminta teman saya ini untuk melakukan suatu pekerjaan. Saya mencoba membantunya bahkan saya bayar dimuka supaya bisa menolongnya focus pada pekerjaan yang saya berikan. Sebenarnya dia berusaha keras untuk mengerjakannya. Memang masih ada beberapa permasalahan tetapi dia mencoba mengatasinya. Sampai beberapa bulan saya belum melihat hasilnya. Saya pun memutuskan untuk menghentikan pekerjaannya dan berkonfrontasi dengannya. Dari situlah saya memahami, saya memberikan pekerjaan tidak sesuai dengan kemampuannya. Itu bukan bidangnya. Dia mau menerimanya hanya karena menjaga hubungan dengan saya.
Saya mengalami kerugian tetapi dia lebih rugi dibandingkan dengan saya. Saya kehilangan target-target tertentu tetapi dia kehilangan seluruh semangat dalam hidupnya. Dia selalu stress ketika saya tanyakan perkembangan pekerjaan tersebut. Dia mencoba mencari solusi tetapi tidak menemukannya. Beberapa kali dia bergadang, bergoogle ria untuk mencari cara tetapi semua itu tidak berhasil. Penyebabnya karena itu bukan bidangnya. Sama halnya jika saya disuruh untuk memperbaiki mobil, pastilah saya akan sangat stress dan akibatnya hidup saya secara keseluruhan tidak berkualitas. Hanya karena mengutamakan hubungan.
Orang-orang seperti teman saya sering kali mengorbankan dirinya demi sebuah hubungan. Karena mereka mengira hubungan mereka akan retak jika tidak menuruti apa yang temannya minta. Jika dirinya diajak berbelaja maka dirinya tidak menolak karena takut kehilangan teman. Walaupun tidak memiliki uang, dia akan mengusahakannya. Walaupun tidak memiliki waktu, dia rela bergadang setelah itu. Pantang baginya untuk berkata tidak daripada dia kehilangan hubungan dengan orang tersebut.
Beberapa orang memanfaatkan orang yang mementingkan hubungan. Seorang pengedar narkoba mereka memanfaatkan hubungan mereka. Kalau tidak mencoba narkoba maka bukanlah teman mereka. Atau kalau tidak merokok maka bukan bagian dari mereka. Ada juga laki-laki yang merayu pacarnya untuk hubungan seks atau mereka putus. Mereka memanfaatkan orang-orang yang mengutamakan hubungan. Banyak juga orang yang tidak berkembang karena sibuk mempertahankan hubungan. Pekerjaan mereka tidak beres karena sibuk menanggapi teman lainnya. Atau tidak mau mendapatkan promosi karena hubungan dengan teman dekatnya. Banyak juga diantara mereka yang melupakan tujuan dan target perusahaan ataupun pribadi demi menjaga hubungan dengan orang lain.
Cara mengatasinya:
Cobalah untuk terbuka. Masalahnya tidak semua orang disekitarnya tahu apa yang terjadi di dalam hidupnya. Jika teman saya tidak terbuka ke saya tentang keadaannya maka kemungkinan besar saya akan memarahinya habis-habisan. Tetapi ketika saya tahu keadaannya, maka hubungan kami tetap baik dan masalah bisa diatasi. Mungkin jika kita terbuka dengan teman kita tentang keadaan kita maka mereka akan memaklumi apa yang kita putuskan.
Pahami apa yang paling penting di dalam hidup kita. Saya menyadari hubungan saya dengan istri saya lebih penting sehingga saya tidak terlalu memperdulikan hubungan dengan orang lain jika membahayakan hubungan dengan istri. Saya rela tidak ikut pertemuan alumni tertentu karena saya harus memberikan banyak waktu untuk hal tersebut. Saya juga terpaksa lembur disaat-saat tertentu karena target kerja yang harus saya lakukan. Bahkan saya sering membaca buku atau menulis di rumah setelah menghabiskan banyak waktu dengan istri saya.
Tidaklah kepada aktifitasnya bukan kepada orangnya. Kita harus berhati-hati ketika mengatakan tidak. Kita harus pastikan bahwa tidak adalah untuk aktifitas yang akan dilakukan. Kita tidak menolak teman kita, kita hanya menolak untuk berbelanja ketika dia mengajak berbelanja. Kita harus tetap memberikan waktu kepada teman kita dan membantu mereka sebisa kita. Kita tetap menjaga hubungan walaupun kita tidak ikut bersama dengan mereka. Katakan kepada mereka, dengan sangat menyesal tidak bisa ikut bersama-sama dengan mereka.
Tinggalkan parasit dalam hidup kita. Ada orang-orang yang memang memanfaatkan kita. Mereka meminta sesuatu yang seharusnya tidak kita berikan. Jika mereka memang meminta hal it uterus menerus, tinggalkan mereka. Jika mereka tidak mau berteman dengan kita karena kita tidak mau memakai narkoba, tinggalkan mereka. Jika pacar kita mengancam putus karena kita tidak mau berhubungan seks dengannya maka putuskan dia. Lebih baik kita mencari teman yang lebih mendukung kita daripada teman yang menghambat kita mengembangkan diri.
Comments
One Comment on Hambatan Pengembangan Diri: Sangat Mengutamakan Hubungan
-
Andy on
Sat, 10th Apr 2010 11:35 am
Bagus Pak makasih sebelumnya. Terus berkarya

