Kisah Randy Pausch

March 3, 2010 by S. Libe Suryapusoro
Filed under: Keluarga 

Randy Pausch, penulis buku the last lecture, memperlihatkan apa yang memang penting dalam hidupnya. Ketika dia menikah, dia ingin mengambil cuti satu bulan untuk bulan madu dan tidak mau dihubungi untuk urusan pekerjaan. Tetapi bosnya tidak setuju. Randy harus bisa dihubungi jika memang ada hal yang mendadak. Lalu Randy menggubah pesan yang sempurna di teleponnya.

”Hai ini Randy. Saya sudah menunggu sampai umur saya tiga puluh sembilan tahun agar bisa menikah, jadi saya dan istri saya akan pergi selama satu bulan. Saya harap Anda tidak berkeberatan, tetapi atasan saya jelas keberatan. Rupanya saya harus dihubungi.” lalu Randy menyebutkan nama orang tua istrinya dan kota tempat mereka tinggal.

” Jika Anda menghubungi nomor bantuan operator, Anda bisa mendapatkan nomor mereka. Selanjutnya, jika Anda dapat meyakinkan mertua saya bahwa keadaan darurat Anda itu layak mengganggu bulan madu putri mereka semata wayang, mereka menyimpan nomor kami.”

Dari pesan telepon yang ditinggalkannya, Randy memberikan pesan yang jelas. Saat itu Randy menganggap keluarga lebih penting daripada pekerjaannya. Apalagi keberaniannya meninggalkan pekerjaan selama satu bulan, sebagai bukti ke istrinya kalau dirinya sangat penting. Randy bukan hanya bicara tetapi juga memberikan waktu dan uang untuk kekasihnya itu.

Ketika Randy divonis mati karena adanya kanker ganas di tubuhnya, dia pun memberikan waktunya untuk keluarganya. Sisa waktu yang diperolehnya digunakan untuk bersama-sama keluarganya. Dia mengambil liburan, tidak mengejar karir lagi, melainkan menghabiskan waktu bersama dengan istrinya. Disaat-saat itulah Randy diperhadapkan dengan apa yang memang paling penting buat dirinya. Apakah karir, keluarga, fisik, atau lainnya?

Comments

3 Comments on Kisah Randy Pausch

  1. Moises Didio on Sat, 20th Mar 2010 3:20 am
  2. RIP Randy, you were an inspiration.

  3. S. Libe Suryapusoro on Mon, 22nd Mar 2010 1:05 pm
  4. Thanks for Randy that give us inspiration

  5. betesda marsaulina on Wed, 24th Mar 2010 11:00 am
  6. Kisah Randy adalah sebuah inpirasi…
    tapi ada juga kisah-kisah yang lain yang boleh menjadi inpirasi…
    tidak dikenal siapa pun kecuali puterinya.
    seorang ayah yang profesinya sebagai guru yang hidup pas-pasan…
    ketika tiba masa pensiunnya, dia memutuskan menghabiskan masa tuanya
    untuk mengobati dan merawat puteri sulungnya yang sakit ” jiwa “…
    Dia korbankan seluruh waktunya bahkan hidupnya untuk puterinya…
    Dia selalu berdoa…dan berdoa..
    walupun penduduk kampung mengatakan ” ya udahlah…kirim aja ke RSJ…. loja nai ho di si… ( gak usah capeklah )….
    tapi Dia tidak menghiraukannya…
    Dia rindu sekali merawatnya di rumah bersama istrinya dan puteri bungsunya, yang statusnya dulu masih mahasiwa…
    penuh penderitaan…dijauhi…dikata-katain…bahkan saudara dan sahabat-sahabatnya hanya berkata-kata ” ya mau nya di bawa berobat jalan…”
    tapi mengeluarkan sepeserpun enggan.
    habis sudah yang Dia punya….
    namun Dia tidak pernah menyerah….Dia berdoa…dan berdoa…
    tapi tahukah hasilnya apa??
    puteri sulungnya itu sekarang sudah sembuh….
    mereka boleh pergi beribadah bersama..
    bernyanyi bersama di rumah…mereka kompak…
    yang paling berarti buat Dia adalah ” Keluarga “…
    karena Dia yakin..keluarga adalah anugerah Tuhan yg paling indah yang harus diperjuangkan…
    sekarang puteri bungsunya pun sudah bekerja dan melayani…
    hidup mereka bergantung pada Tuhan…
    mereka sekarang bertani…
    walupun mendapat gaji pensiun yg tidak besar jumlahnya…semua Dia
    bagi-bagikan untuk keluarga… ( Dia sudah punya cucu lho… dari kedua puteranya yg sudah menikah )….

    Thanks God….we have father like Him…