Pujian untuk Orang yang Tepat dan Berbagilah Kekuasaan

February 12, 2010 by S. Libe Suryapusoro
Filed under: pengembangan diri 

Seorang teman saya berkata,”jangan sampai orang itu tahu ide kita, nanti akan diakui menjadi idenya.” Seorang pemimpin akan menjadi sangat lemah ketika dia ingin dianggap yang terbaik oleh orang lain. Beberapa diantara mereka akan mengakui hasil kerja orang lain sebagai kerjaannya. Atau ide orang lain dia kemukakan di depan public tanpa menyebut pemilik ide. Atau tidak menyampaikan penghargaan kepada orang yang berprestasi supaya dia dianggap yang terbaik. Atau membuat orang lain tampak lebih rendah dari dirinya.

 Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membuat orang lain tampak lebih rendah. Bukankah mudah bagi kita untuk menekan sebagian permukaan air sehingga tampak lebih rendah? Tetapi sadarkan kita sedang membuat bagian yang lain menjadi lebih tinggi dibandingkan dengan tangan kita? Semakin keras kita menekan maka semakin dalam kita tenggelam. Akhirnya kita pun benar-benar tenggelam. Salah satu usaha menenggelamkan diri adalah dengan memasukan hasil kerja orang lain sebagai hasil kerjanya.

Saya selalu berusaha menyebutkan siapakah pemilik ide tersebut. Ketika dalam forum, saya sampaikan siapa sebenarnya yang memang layak mendapatkan pujian. Ketika orang memuji tampilan presentasi saya, saya pun sampaikan kepadanya siapa sebenarnya yang membuat tampilan tersebut. Ketika terdapat pertemuan, saya minta teman saya yang melaporkan ke atasan supaya dia yang mendapatkan penilaian bagus. Bahkan ketika saya ditanya oleh bagian personalia, saya pun mengajukan teman saya untuk mendapatkan penghargaan. Mengapa saya tidak mengajukan diri saya sendiri?

Permasalahannya adalah apakah saya mau benar-benar jujur mengatakan bahwa ini hasil kerja seseorang, dan bukan saya. Sebenarnya promosi untuk diri sendiri itu perlu dilakukan. Menyampaikan kebaikan diri sendiri, kalau perlu ditambah-tambahkan supaya mendapatkan posisi yang lebih tinggi. Merendahkan orang lain supaya dirinya menjadi yang tertinggi. Kalau perlu berusaha supaya ornag yang berpestasi dipecat dari pekerjaannya sehingga dirinya tidak mempunyai saingan lagi. Hanya saja siapa sih sebenarnya atasan kita? Inilah yang perlu kita sadari ketika kita melakukan kepemimpinan kita di masyarakat.

Sudah selayaknya buat seorang pemimpin untuk memuji pemimpin lain di depan anak buahnya (pernahkah Anda mendengarnya?) Kerja keras setiap orang perlu dihargai dan sebaiknya tunjukan penghargaan ke orang lain dahulu sebelum ke diri kita sendiri. Sudah sepantasnya manager yang satu menghargai ide-ide manager yang lain dan tetap menyatakan itu sebagai idenya. Tidak peduli keterlibatan kita dalam mematangkan ide tersebut, usahakan penghargaan tetap kepada orang yang memiliki ide. Percayalah orang tersebut akan berusaha memberikan ide-idenya dan akhirnya organisasi kita berkembang dengan pesat. Juga hargailah orang-orang yang sering kali tidak nampak tetapi telah memberikan andil besar dalam kemajuan organisasi kita. Penghargaan jangan dilakukan hanya untuk basa-basi, tetapi jujurlah di hadapan mereka dan lakukan dengan tulus.

Dukunglah orang lain untuk berkembang. Sediakan hal-hal yang diperlukan bahkan kalau perlu sedikit kekuasaan. Misalnya saja seandainya selama ini pekerjaan yang menonjol hanya dikerjakan oleh pemimpinnya, mulailah limpahkan ke beberapa orang anak buah supaya karir mereka juga bersinar. Sediakan bahan-bahan yang mendukung, latih mereka dan terus berikan dukungan. Dengan berkurangnya tugas pemimpin berarti bertambahnya waktu bagi pemimpin tersebut untuk mengembangkan diri dan memikirkan strategi.

Saya sangat suka dengan cara mantan atasan saya memperlakukan saya. Dia memanggil saya lalu mengatakan bahwa saya harus belajar membuat anggaran tahunan. “Seorang pemimpin harus bisa membuat anggaran tahunan. Dia harus bisa merencanakan keuangan yang ada. Satu tahun kedepan kamu aku kasih tugas untuk membantu aku membuat anggaran dan menjalaninya.” Dia memberikan sedikit kekuasaan kepada saya untuk memutuskan beberapa hal. Sering kami berdiskusi untuk masalah anggaran dan akhirnya saya belajar banyak. Cukup sulit walaupun sebelumnya saya sudah sering membuat anggaran.

Hanya saja di zaman orang gila pujian dan kekuasaan, dua hal di atas menjadi hal yang sulit dilakukan. Memuji saingan? Maukah sorang pemimpin yang satu memuji pemimpin yang lain? Yang benar saja, nanti anak buahnya pindah ke organisasi lain. Maukah manager senior memuji supervisor yang notebene juniornya? Maukah seorang pemimpin membagikan kekuasaannya bukan hanya membagi pekerjaannya? Terus terang itu bukan hal yang mudah. Saya pun masih belajar untuk melakukannya. Buktinya saya tidak bisa membagikan kekuasaan kepada orang lain untuk mengelola www.sayabisa.com. Memang sih, keuangan diatur oleh istri saya, tetapi bukankah hanya saya yang bisa mengubah arah www.sayabisa.com? Misalnya mengubah motonya, dari together be a leader menjadi small thing big impact dan terakhir Menjadi manusia bermakna dengan melakukan pengembangan diri?

Saya juga memahami kesulitan organisasi kecil tertentu untuk melepaskan urusan keuangan ke bagian lainnya. Bagaimanapun juga seandainya pemilik organisasi memerlukan uang dia harus menempuh prosedur panjang. Tetapi ada dua kunci supaya organisasi kita menjadi maju, biarkan pujian diterima oleh orang yang tepat dan berbagilah kekuasaan. Urusan pribadi kita, Tuhan akan mengaturnya tetapi jangan sampai organisai kita atur untuk urusan pribadi kita. Selamat memimpin.

S. Libe Suryapusoro di www.sayabisa.com

Comments

4 Comments on Pujian untuk Orang yang Tepat dan Berbagilah Kekuasaan

  1. Amir on Sat, 13th Feb 2010 7:52 am
  2. Pujilah aku maka engkau akan kupuji

  3. Joko on Sat, 13th Feb 2010 7:57 am
  4. Penjilat sama memuji orang bedanya apa yach?

  5. gw on Fri, 12th Mar 2010 1:25 pm
  6. kok fotonya?

  7. ika on Sun, 14th Mar 2010 5:25 pm
  8. yup.sangat setuju sekali …dengan memuji orang lain dan berkata jujur, suatu saat pasti kita akan menerima balasan dari Tuhan. karena apapun yang kita lakukan baik hal yang benar atau salah pasti ada imbalannya..