SHAPE
Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang SHAPE, sebuah alat untuk mengetahui diri kita sendiri. Di dalam buku Rick Warren yang berjudul The purpose Driven Life diperkenalkan tentnag SHAPE walaupun sebenarnya bukan dia yang pertama kali memperkenalkan SHAPE.
S dalam kata SHAPE adalah Spiritual gift atau karunia rohani. Setiap orang diberikan karunia rohani, bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Seorang teman saya, dia bisa membedakan orang (apakah orang baik atau jahat) dengan sekali pandang dan terbukti selalu benar. Tem,an yang lain dia selalu senang jika ada tamu yang datang di rumahnya bahkan dapat menyambut mereka dengan suka cita. Sementara itu banyak orang-orang yang menderita datang ke istri saya, bercerita kepadanya, menangis dan akhirnya mendapatkan kekuatan. Dia tidak melakukan banyak hal tetapi mereka dapat dikuatkan. Itulah karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Saya katakan setiap manusia karena tidak ada manusia yang tidak diberikan karunia sama sekali. Karunia itu sendiri bermacam-macam dan tidak ada yang lebih unggul antara satu dengan yang lain. Karunia menggembalakan (yang biasanya dimiliki oleh Gembala Sidang) tidak lebih unggul dibandingkan karunia melayani kebutuhan fisik orang lain. Jadi pendeta tidak lebih baik dibandingkan dengan Ibu-ibu yang biasanya memasak. Karunia bernubuat juga tidak lebih baik dibandingkan dengan karunia administrasi. Semua sama dan semua berguna. Kita tidak perlu membuat semua orang melakukan nubuatan kalau memang karunia orang tersebut bukan bernubuat.
H dalam SHAPE berarti Heart Desire atau keinginan hati. Saya percaya, Tuhan menanamkan keinginan dalam hati kita supaya kita melakukan sesuatu untuk Tuhan. Saya ingin melihat pemimpin-pemimpin Kristen ada di negeri ini karena itu saya membuat ICL. Seorang teman saya melayani anak-anak karena ingin anak-anak tersebut mempunyai mimpi dan harapan dan dapat menggapainya. Tidak ada yang salah dengan keinginan hati kalau memang itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Tuhan dapat bekerja melalui keinginan seseorang sehingga mereka bersungguh-sungguh di dalam Tuhan. Banyak orang yang mengatakan ingin memiliki rumah, istri yang cantik, harta dsb. Tetapi apakah sebenarnya keinginan hatinya? Banyak orang yang tidak memahaminya. Salah satu metode untuk mengetahui keinginan hati adalah dengan menjawab pertanyaan berikut, ”Seandainya Anda meninggal sebentar lagi, apa yang benar-benar Anda inginkan?” Sekarang banyak orang yang mengubah keinginan mereka dari menjadi sukses (memiliki jabatan tinggi, terkenal, kaya dsb) menjadi signifikansi (memberikan kehidupan untuk kepentingan orang banyak).
A berikutnya adalah Ability atau kemampuan. Seorang adik tingkat saya sangat lihai dalam masalah elektronika. Dia pandai merangkai komponen sehingga menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Kalau ada ketidakberesan, dia langsung tahu. Seorang teman saya sangat jago dalam fotografi, ada juga yang jago membuat film atau kemampuan lainnya. Ada teman yang sangat jago meyakinkan orang dan saya sendiri cukup bisa dalam hal menulis. Setiap orang memiliki kemampuan, tidak terkecuali hanya saja tidak setiap orang dapat memanfaatkannya dengan baik. Ada orang yang selalu berhasil jika memelihara binatang atau menanam pohon tetapi ada orang yang ketika memasak selalu enak. Itulah kemampuan.
P merupakan Personality atau kepribadian. Ada orang introversion yang mendapatkan kekuatan jika dia sendirian, tetapi ada orang extroversion yang selalu mencari orang lain jika mendapatkan masalah. Ada juga orang yang hanya bisa melihat sesuatu yang kelihatan dan sesuatu yang konkrit tetapi ada orang yang bisa melihat jauh kedepan. Ada orang yang menerima segala sesuatu dengan pikirannya tetapi ada yang menggunakan perasaannya. Ada orang yang selalu melakukan segalanya dengan teratur tetapi ada yang secara spontanitas. Masing-masing orang memiliki ciri khusus yang memiliki kelebihan dan kekuragan. Jika kelebihan bisa dimaksimalkan secara otomatis kekurangan bisa diminimalkan.
E adalah experience atau pengalaman hidup. Tuhan bekerja dalam setiap diri manusia baik dulu, sekarang maupun ke depan. Bagian E ini memampukan kita melihat rencana Allah melalui setiap peristiwa masa lalu kita. Ada orang yang ketika kecil dianiaya dan akhirnya menjadi pembela anak.Banyak kisah yang saya dengar seseorang mau berjuang untuk orang lain karena masa lalu mereka sama. Saya pernah mengikuti training tentang experience. Kami diminta untuk mengingat lagi peristiwa di masa lalu yang mempengaruhi kami. Kebanyakan dari kejadian buruk justru membuat kami semakin kuat dan semakin pasti akan tujuan hidup kami. Kisah cinta saya yang menyedihkan justru membuat saya tidak terjatuh dalam cinta-cinta monyet lain dan akhirnya menemukan istri yang sangat mencintai saya. Kisah kelaparan karena tidak memiliki uang beberapa tahun yang lalu justru membuat saya peka terhadap orang-orang yang lapar. Pengalaman hidup kita membuat kita semakin mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.
Saya melakukan tes SHAPE beberapa tahun lalu dengan mentor saya dari pelayanan Navigator. Dari situ saya melihat diri saya sesungguhnya dan menjadi diri saya sendiri. Saya tahu kelemahan saya dan terkadang sengaja saya lakukan sesuatu supaya menjadi lebih kuat tetapi saya juga tidak boleh lupa untuk memperkuat kekuatan saya. Tes-tes ini membuat saya menyadari, seekor harimau tidaklah perlu belajar terbang. Burung tidak perlu belajar berenang dan ikan tidak perlu berlari-lari di daratan. Jika kita mengerti siapa kita sebenarnya maka semua akan tampak lebih mudah. Tidak perlu menjadi orang lain tetapi jadilah diri sendiri. Jadilah ikan yang sangat jago berenang atau burung yang bisa terbang sangat tinggi atau harimau yang bisa berlari sangat kencang.
Perkuat kekuatan kita, gunakan 80% energi kita untuk menajamkan kekuatan kita dan gunakan sisanya untuk memperkuat kelemahan kita. Jika saya menggunakan 80% usaha saya untuk belajar design maka saya tidak menjadi designer terkenal. Tetapi kalau saya menggunakan 80% usaha saya untuk menulis maka saya akan benar-benar menjadi penulis yang handal. Jika Anda sudah memahami SHAPE Anda, maka mudah bagi Anda untuk merencanakan masa depan. Anda juga bisa menikmati hidup karena Anda menegrti apa yang Anda kerjakan dan bisa menikmatinya. Jika Anda masih belum mengetahuinya, dengan senang hati saya akan membantu Anda dengan segala kemampuan saya.
S. Libe Suryapusoro di www.sayabisa.com