pic
Setiap orang yang bisa menjadi dirinya sendiri berarti dia bisa menerima diri sendiri. Di Amerika banyak kasus yang disebabkan orang tersebut tidak bisa menerima dirinya sehingga mencari penerimaan dari orang lain. Akibatnya, dia mencoba menjadi orang lain supaya bisa diterima di kalangan tertentu. Ada seorang yang mau berhubungan seks karena dia memang sedang mencari cinta dari seorang lelaki. Sebenarnya cinta yang dia inginkan adalah cinta dari ayahnya tetapi akhirnya dia justru selalu berpindah dari pelukan lelaki yang satu ke yang lain. Ada juga seseorang yang selalu memuntahkan makanan ya...
pic
Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang SHAPE, sebuah alat untuk mengetahui diri kita sendiri. Di dalam buku Rick Warren yang berjudul The purpose Driven Life diperkenalkan tentnag SHAPE walaupun sebenarnya bukan dia yang pertama kali memperkenalkan SHAPE. S dalam kata SHAPE adalah Spiritual gift atau karunia rohani. Setiap orang diberikan karunia rohani, bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Seorang teman saya, dia bisa membedakan orang (apakah orang baik atau jahat) dengan sekali pandang dan terbukti selalu benar. Tem,an yang lain dia selalu senang jika ada tamu yang dat...
pic
Perubahan Sebuah pertanyaan sederhana, apakah dengan menjadi diri sendiri berarti tidak perlu berubah? Saya salut dengan perusahaan Astra. Sistem managementnya terutama dalam merekrut pemimpin berikutnya sungguh luar biasa. Setiap orang yang sudah masuk dalam jajaran pimpinan maka mereka akan mendapatkan pelatihan sekitar tiga minggu. Lalu mereka di tempatkan kembali di pekerjaannya. Tidak lama setelah itu, orang penjualan akan ditempatkan di bagian produksi dan orang produksi ditempatkan bagian personalia. Mereka diputar ke departemen yang berbeda. Beberapa diantara mereka akan mendapatkan...
pic
Kata-kata itu sangat bagus buat siapa saja. Jadilah dirimu sendiri, begitulah kira-kira dalam bahasa Indonesianya. Hanya saja betulkah itu yang terjadi pada diri kita? Suatu hari saya berdebat dengan seseorang, lalu saya katakan kepadanya,”Begitulah saya dan saya mau jadi diri saya sendiri.” Itu alasan saya supaya saya tidak berubah dan tidak perlu pusing-pusing melakukan perubahan. Tetapi apakah kata-kata be your self merupakan alasan andalan supaya kita tidak berubah? Seperti apakah menjadi diri sendiri? Saya sangat kagum dengan prinsip hidup Warren Buffett. Dia adalah orang terkaya k...
Feb

08

Setiap orang yang bisa menjadi dirinya sendiri berarti dia bisa menerima diri sendiri. Di Amerika banyak kasus yang disebabkan orang tersebut tidak bisa menerima dirinya sehingga mencari penerimaan dari orang lain. Akibatnya, dia mencoba menjadi orang lain supaya bisa diterima di kalangan tertentu. Ada seorang yang mau berhubungan seks karena dia memang sedang mencari cinta dari seorang lelaki. Sebenarnya cinta yang dia inginkan adalah cinta dari ayahnya tetapi akhirnya dia justru selalu berpindah dari pelukan lelaki yang satu ke yang lain. Ada juga seseorang yang selalu memuntahkan makanan yang habis dimakannya supaya tetap tampil langsing.

Terkadang saya tidak bisa memahami mengapa orang tersebut mau melakukan yang tidak benar hanya supaya bisa diterima oleh orang lain. Biasanya mereka mempunyai masalah dengan masa lalu. Ada yang pernah dianiaya, ada yang ditinggalkan orang tuanya atau mungkin sakit hati karena perkataan orang tua mereka. Mereka menjadi orang yang tidak bisa menerima diri mereka sendiri dan akhirnya berusaha menjadi orang lain.

Kunci menerima diri sendiri adalah mengampuni. Apakah orang tersebut bisa mengampuni dirinya? Atau mengampuni orang-orang yang bersalah kepadanya? Kebanyakan orang yang mendapatkan perlakukan buruk di masa lalunya akan memperlakukan buruk orang lain. Dia akan sangat benci terhadap orang yang mengingatkannya akan masa lalunya. Lebih parahnya lagi dia mencoba jadi orang lain dan akhirnya mengingkari dirinya sendiri.

Saya masih ingat sikap teman saya yang sangat tidak baik terhadap setiap pria. Dia suka menghantam atau memukul lalu memaki-maki kekasihnya. Sekarang ketika dia sudah menikah, saya masih mendengar makian untuk suaminya. Dia tidak bisa bersikap manis kepada pria padahal dulu waktu masih sekolah saya dengar dia sangat manis. Sekarang dia banyak berubah, bahkan tidak menjadi dirinya sendiri. Saya tidak pecaya kalau ada orang yang diciptakan untuk membenci orang lain. Jadi bagi saya, menjadi diri sendiri, salah satunya adalah mengasihi orang di sekitar kita.

Kita bisa mengasihi orang lain kalau kita bisa mengasihi diri kita sendiri dan ktia tidak pernah bisa mengasihi kalau kita tidak mampu mengampuni. Oleh karena itu, jika Anda ingin menjadi diri sendiri, terlebih dahulu ampunilah orang-orang di sekitar Anda termasuk Anda sendiri.

Menerima diri sendiri juga berarti menyadari kelemahan dan kelebihan dirinya. Terimalah kelemahan yang memang tidak lagi bisa diubah dan perbaikilah yang bisa diubah. Tidak perlu disembunyikan lalu mengasihani diri sendiri. Teman saya pendengaran sebelah kanannya terganggu. Siapa tahu kalau telinganya terganggu? Tetapi dia tidak menyembunyikannya. Dia berkata terus terang.

Saya juga teringat tentang seorang yang cacat, tidak mempunyai tangan dan kaki. Tetapi dia justru menjadi pembicara terkenal. Baru-baru ini dia datang ke Bandung untuk memberikan semangat buat mereka yang mempunyai kelemahan. Orang tersebut, Nick, menerima keadaannya, kecacatannya. Tetapi tidak berhenti di situ, dia tetap berusaha menjadi dirinya sendiri. Dia tidak iri ketika orang menulis memakai tangan, dia bisa menulis memakai bahu dan kepalanya. Bahkan kelemahan dia justru menjadi kelebihan dia. Dia tidak merengek-rengek di kamar menyesali keadaannya tetapi mengubah kelemahannya menjadi kelebihannya.

Memang menerima diri sendiri berarti menyadari kelemahannya, hanya saja tetap berusaha untuk melakukan yang terbaik dengan kelemahan yang ada. Tidak perlu mengurung diri di kamar atau turun ke jalan untuk mengemis. Tetap pandang ke depan, tanpa malu melangkah karena masa depan itu sungguh ada. Menerima diri sendiri bukan berarti menyerah melainkan mencari cara lain untuk menggapai cita-cita.

Feb

08

 Lalu kata Saul kepada Samuel: “Aku memang mendengarkan suara TUHAN dan mengikuti jalan yang telah disuruh TUHAN kepadaku dan aku membawa Agag, raja orang Amalek, tetapi orang Amalek itu sendiri telah kutumpas. Tetapi rakyat mengambil dari jarahan itu kambing domba dan lembu-lembu yang terbaik dari yang dikhususkan untuk ditumpas itu, untuk mempersembahkan korban kepada TUHAN, Allahmu, di Gilgal.” 1Sa 15:20 -21

 Siapa yang tidak suka kambing? Pasti cukup banyak karena alasan kesehatan atau memang tidak suka. Tetapi siapa yang tidak suka kambing hitam? Sejak manusia jatuh ke dalam dosa, kambing hitam menjadi faforit. Adam menyalahkan Hawa, Hawa menyalahkan ular. Lama-lama kita akan meyalahkan Tuhan karena apa yang telah terjadi.

 ”Mengapa kamu terlambat?” Tanya seseorang. ”Habis, jalanan macet.” Bukankah sudah setiap hari macet? Bukankah kita seharusnya sudah bisa memperkirakan seberapa macet jalan tersebut dan harus berangkat jam berapa? Bukankah kita yang menjadi pengambil keputusan untuk apa yang harus kita lakukan supaya kita memenuhi tanggung jawab kita? ”Iya sih saya yang salah. Tapi kan itu semua karena orang ini tidak melakukan tugasnya dengan baik.”

 Saya pernah ditegur oleh seseorang karena apa yang dilakukan oleh orang yang saya pimpin. Saya langsung mengiyakan. Saya tidak perlu membantah. Kesalahan saya memang bukan karena membuat kesalahan. Kesalahan saya adalah tidak bsia memastikan orang yang saya pimpin melakukannya dengan benar. Saya tetap memiliki andil dalam kesalahan tersebut.

 Kisah yang sama bisa kita baca di kisah Saul ketika dia melakukan kesalahan. Dia diminta untuk memusnahkan orang Amalek dan seisinya. Saul melakukannya. Dia membunuh semua orang Amalek kecuali Agag dan anak domba yang baik dan barang-barang berharga. Bukankah perintahnya adalah semua orang Amalek dan seisinya? Itu berarti tidak ada kecuali dan domba baik yang bagus baumun yang jelek termasuk dalam daftar yang harus dimusnahkan. Bahkan perhiasan atau barang berharga lainnya juga harus dimusnahkan.

 Samuel menegur Saul akan kesalahan tersebut. Dan Saul mencari kambing hitam. Dia menyalahkan rakyatnya yang mengambil domba-domba tersbut. Dia mencari pembenaran yaitu akan dipersembahkan kepada Allah. Bukankah bukan salah Saul? Bukankah untuk tujuan yang baik? Mengapa saul yang ditegur? Mengapa bukan rakyat atau Tuhan yang menjadi tujuan semua itu dilakukan?

 Sering kali saya mencoba mencari kambing hitam, orang yang akan disalahkan. Saya tidak menyadari bahwa Tuhanlah yang memperhatikan dan DIAlah yang mengetahui siapakah yang benar dan siapakah yang salah. Mencari kambing hitam hanya menambah kesalahan di hadapan Tuhan. Mungkin kita dianggap benar di hadapan manusia sampai semua kesalahan kita terbongkar. Kita masih tetap bersalah di hadapan Allah, alasan apaun yang kita pakai.

 Coba bayangkan bagaimana sikap rakyat ketika mendengar Saul menyalahkan mereka? Rakyat tahu pasti darimana perintah menyimpan barang berharga itu berasal. Mereka tahu kalau Saul tidak menegur mereka. Dan mereka yang disalahkan? Pastilah mereka tidak lagi simpati dengan kepemimpinan Saul. Orang yang menjadi kambing hitam akan tidak menghormati kita lagi. Ketika kita kembali memimpin mereka maka mereka sudah tidak lagi percaya kepada kita. Seandainya kita minta maaf, maka masalah akan selesai. Tetapi ketika kita mencari kambing hitam, kita hanya menunggu waktu yag tepat masalah itu akan kembali meledak.

 Sebagai pemimpin, siapapun yang melakukan kesalahan kitalah yang bertanggung jawab. Bisa jadi karena komunikasi kita tidak benar ketika memberikan instruksi. Atau karena kita tidak koreksi dengan teliti sehingga kesalahan itu lolos. Atau kita tidak memberikan bekal kemampuan dan mengembangkan mereka supaya bisa melakukan tugasnya dengan baik. Apapun itu, sebagai pemimpin kita punya andil terhadap suatu kesalahan dan kitalah orang yang paing bertanggung jawab.

 Jika kita selalu mencari kambing hitam tidak heran jika suatu saat nanti Tuhan meninggalkan kita dan mengangkat pemimpin lain. Tuhan meninggalkan saul. Dia menyesal dengan memilih Saul sebagai pemimpin bangsa Israel. Walaupun posisi raja dan pemimpin masih ada di dalam diri Saul tetapi sebenarnya Tuhan sudah mencabutnya. Tuhan sudah memilih pemimpin lain untuk menggantikan Saul. Jangan sampai hal yang sama terjadi pada diri kita. Kita masih menjadi pemimpin tetapi sebenarnya Tuhan sduah meninggalkan kita dan memilih orang lain sebagai pengganti kita.

Mencari kambing hitam hanyalah membuat permasalahan padam sementara tetapi bersiap-siap menyala lebih besar lagi. Kita memang akan aman untuk sementara tetapi orang di sekitar kita juga akan tahu siapa sebenarnya yang salah. Mereka mungkin tidak berbicara ke kita tetapi mereka mengetahuinya dan tidak lagi menghormati kita.

Feb

08

SHAPE
Posted by Admin on uncategorized

Pada kesempatan ini saya ingin membahas tentang SHAPE, sebuah alat untuk mengetahui diri kita sendiri. Di dalam buku Rick Warren yang berjudul The purpose Driven Life diperkenalkan tentnag SHAPE walaupun sebenarnya bukan dia yang pertama kali memperkenalkan SHAPE.

S dalam kata SHAPE adalah Spiritual gift atau karunia rohani. Setiap orang diberikan karunia rohani, bisa berbeda antara yang satu dengan yang lain. Seorang teman saya, dia bisa membedakan orang (apakah orang baik atau jahat) dengan sekali pandang dan terbukti selalu benar. Tem,an yang lain dia selalu senang jika ada tamu yang datang di rumahnya bahkan dapat menyambut mereka dengan suka cita. Sementara itu banyak orang-orang yang menderita datang ke istri saya, bercerita kepadanya, menangis dan akhirnya mendapatkan kekuatan. Dia tidak melakukan banyak hal tetapi mereka dapat dikuatkan. Itulah karunia yang diberikan Tuhan kepada setiap manusia. Saya katakan setiap manusia karena tidak ada manusia yang tidak diberikan karunia sama sekali. Karunia itu sendiri bermacam-macam dan tidak ada yang lebih unggul antara satu dengan yang lain. Karunia menggembalakan (yang biasanya dimiliki oleh Gembala Sidang) tidak lebih unggul dibandingkan karunia melayani kebutuhan fisik orang lain. Jadi pendeta tidak lebih baik dibandingkan dengan Ibu-ibu yang biasanya memasak. Karunia bernubuat juga tidak lebih baik dibandingkan dengan karunia administrasi. Semua sama dan semua berguna. Kita tidak perlu membuat semua orang melakukan nubuatan kalau memang karunia orang tersebut bukan bernubuat.

H dalam SHAPE berarti Heart Desire atau keinginan hati. Saya percaya, Tuhan menanamkan keinginan dalam hati kita supaya kita melakukan sesuatu untuk Tuhan. Saya ingin melihat pemimpin-pemimpin Kristen ada di negeri ini karena itu saya membuat ICL. Seorang teman saya melayani anak-anak karena ingin anak-anak tersebut mempunyai mimpi dan harapan dan dapat menggapainya. Tidak ada yang salah dengan keinginan hati kalau memang itu tidak bertentangan dengan Firman Tuhan. Tuhan dapat bekerja melalui keinginan seseorang sehingga mereka bersungguh-sungguh di dalam Tuhan. Banyak orang yang mengatakan ingin memiliki rumah, istri yang cantik, harta dsb. Tetapi apakah sebenarnya keinginan hatinya? Banyak orang yang tidak memahaminya. Salah satu metode untuk mengetahui keinginan hati adalah dengan menjawab pertanyaan berikut, ”Seandainya Anda meninggal sebentar lagi, apa yang benar-benar Anda inginkan?” Sekarang banyak orang yang mengubah keinginan mereka dari menjadi sukses (memiliki jabatan tinggi, terkenal, kaya dsb) menjadi signifikansi (memberikan kehidupan untuk kepentingan orang banyak).

A berikutnya adalah Ability atau kemampuan. Seorang adik tingkat saya sangat lihai dalam masalah elektronika. Dia pandai merangkai komponen sehingga menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Kalau ada ketidakberesan, dia langsung tahu. Seorang teman saya sangat jago dalam fotografi, ada juga yang jago membuat film atau kemampuan lainnya. Ada teman yang sangat jago meyakinkan orang dan saya sendiri cukup bisa dalam hal menulis. Setiap orang memiliki kemampuan, tidak terkecuali hanya saja tidak setiap orang dapat memanfaatkannya dengan baik. Ada orang yang selalu berhasil jika memelihara binatang atau menanam pohon tetapi ada orang yang ketika memasak selalu enak. Itulah kemampuan.

P merupakan Personality atau kepribadian. Ada orang introversion yang mendapatkan kekuatan jika dia sendirian, tetapi ada orang extroversion yang selalu mencari orang lain jika mendapatkan masalah. Ada juga orang yang hanya bisa melihat sesuatu yang kelihatan dan sesuatu yang konkrit tetapi ada orang yang bisa melihat jauh kedepan. Ada orang yang menerima segala sesuatu dengan pikirannya tetapi ada yang menggunakan perasaannya. Ada orang yang selalu melakukan segalanya dengan teratur tetapi ada yang secara spontanitas. Masing-masing orang memiliki ciri khusus yang memiliki kelebihan dan kekuragan. Jika kelebihan bisa dimaksimalkan secara otomatis kekurangan bisa diminimalkan.

E adalah experience atau pengalaman hidup. Tuhan bekerja dalam setiap diri manusia baik dulu, sekarang maupun ke depan. Bagian E ini memampukan kita melihat rencana Allah melalui setiap peristiwa masa lalu kita. Ada orang yang ketika kecil dianiaya dan akhirnya menjadi pembela anak.Banyak kisah yang saya dengar seseorang mau berjuang untuk orang lain karena masa lalu mereka sama. Saya pernah mengikuti training tentang experience. Kami diminta untuk mengingat lagi peristiwa di masa lalu yang mempengaruhi kami. Kebanyakan dari kejadian buruk justru membuat kami semakin kuat dan semakin pasti akan tujuan hidup kami. Kisah cinta saya yang menyedihkan justru membuat saya tidak terjatuh dalam cinta-cinta monyet lain dan akhirnya menemukan istri yang sangat mencintai saya. Kisah kelaparan karena tidak memiliki uang beberapa tahun yang lalu justru membuat saya peka terhadap orang-orang yang lapar. Pengalaman hidup kita membuat kita semakin mengerti apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Saya melakukan tes SHAPE beberapa tahun lalu dengan mentor saya dari pelayanan Navigator. Dari situ saya melihat diri saya sesungguhnya dan menjadi diri saya sendiri. Saya tahu kelemahan saya dan terkadang sengaja saya lakukan sesuatu supaya menjadi lebih kuat tetapi saya juga tidak boleh lupa untuk memperkuat kekuatan saya. Tes-tes ini membuat saya menyadari, seekor harimau tidaklah perlu belajar terbang. Burung tidak perlu belajar berenang dan ikan tidak perlu berlari-lari di daratan. Jika kita mengerti siapa kita sebenarnya maka semua akan tampak lebih mudah. Tidak perlu menjadi orang lain tetapi jadilah diri sendiri. Jadilah ikan yang sangat jago berenang atau burung yang bisa terbang sangat tinggi atau harimau yang bisa berlari sangat kencang.

Perkuat kekuatan kita, gunakan 80% energi kita untuk menajamkan kekuatan kita dan gunakan sisanya untuk memperkuat kelemahan kita. Jika saya menggunakan 80% usaha saya untuk belajar design maka saya tidak menjadi designer terkenal. Tetapi kalau saya menggunakan 80% usaha saya untuk menulis maka saya akan benar-benar menjadi penulis yang handal. Jika Anda sudah memahami SHAPE Anda, maka mudah bagi Anda untuk merencanakan masa depan. Anda juga bisa menikmati hidup karena Anda menegrti apa yang Anda kerjakan dan bisa menikmatinya. Jika Anda masih belum mengetahuinya, dengan senang hati saya akan membantu Anda dengan segala kemampuan saya.

Feb

08

Pelajaran ini saya dapatkan dari seorang teman di Kupang. Saat itu sebenarnya sduah terlalu malam buat kami untuk ngorbol-ngobrol. Tetapi lama kami tidak bertemu dan saat disana saya pun menghabiskan waktu untuk belajar darinya. Dari sisi usia, dia lebih tua dari saya dan juga lebih berpengalaman dalam kehidupan. Dia pun sudah meraih posisi yang cukup membanggakan di kalangan pemerintahan. Dia memiliki usaha berupa angkutan umum dan peternakan. Orang yang berpengalaman dan saya harus menggali pengalaman tersebut.

 Sebulan sebelum saya bertemu, saya telah kehilangan modal saya sejumlah satu juta. Saat itu saya memulai investasi di peternakan tepatnya kambing. Dari modal yang ada di belikan dua kambing. Apesnya, keduanya mati setelah ditawar seseorang dengan harga tinggi. Seandainya sudah kami lepas, maka keuntungan saya dalam waktu tiga bulan sekitar 250 ribu, itu sudah bersih. Lumayan, untuk pemula.

 Teman saya juga bercerita kisahnya ketika memulai usaha di bisang peternakan. Saaat itu dia sedang mengirim delapan sapi dari Kupang ke Jawa. Tetapi tepat ketika truk pengangkutnya sedang naik ke kapal, salah satu sapi lompat keluar dan menghilang. Dalam usaha di awal ini dia sudah mengalami kerugian. Dan sering kali hal itulah yang dialami oleh setiap pengusaha yang saya kenal. Mereka akan mengalami kerugian di tahap mereka baru memulai. Inilah ujian pertama, apakah Anda benar-benar entrepreneur atau pengusaha?

 Istri saya juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Sampai saat ini kami sudah mengeluarkan untuk modal sekitar sepuluh juta. Usaha tersebut sudah berjalan selama satu tahun dan istri saya belum pernah mendapatkan gaji dari usaha tersebut. Coba bayangkan jika gaji istri saya dihitung sebagai modal, pastilah lebih dari 15 juta. Beberapa bulan yang lalu, kami mengalami titik dimana kami berpikir seharusnya kami berhenti. Sudah terlalu banyak yang dikeluarkan menjadi modal, kami sudah lakukan apa yang kami bisa tetapi hasilnya masih jauh dari kata memuaskan. Stok barang belum terjual.

 Lalu satu bulan yang lalu, istri saya memutuskan untuk memproduksi barang yang berbeda dengan sebelumnya. Tentu saja itu berarti modal tambahan harus didapatkan. Kami pun mengubah rencana. Kebutuhan pribadi kami tunda supaya kami bisa memberikan tambahan modal. Secara logis, kerugian yang sudah ada tidak perlu ditambah lagi. Bukankah benar seperti itu? Jika kita mengehentikan suntikan modal untuk sesuatu yang tidak bisa berjalan berarti kita sedang memastikan sesuatu tersebut tidak akan berjalan selamanya.

 Itulah hal dalam permodalan dan kewirausahaan. Kita akan sutikan modal dan usaha kita akan terus meminta kita menyuntikkan modal sampai usaha itu bisa running sendiri. Sebelumnya, pastikan bahwa kita terus mendukung usaha tersebut dengan menambah modal yang bisa kita lakukan. Memang itu sangat beresiko. Seperti saya, ketika kambing itu mati, kami mengubahnya dengan membeli sapi. Harganya lebih mahal, resiko lebih besar dan tentu saja modal lebih banyak. Sejauh ini semua berjalan lancar. Setiap kami mampu menambahnya maka kami menambah sapi. Awalnya sapi biasa dan sekarang mulai dengan sapi brahma, sapi yang harganya bisa dua kali lipat sapi biasa.

 Menjadi pengusaha, kita memang harus menyukai resiko dan tidak takut dengan kerugian. Ketika resiko kita tingkatkan, maka kita akan semakin berhati-hati. Lebih penting lagi, kemungkinan berhasil juga semakin besar. Itulah mengapa saya membagikan ini, jika modal kita hilang maka tambah lagi. Kecuali kita mau semua modal kita hilang dan kita berhenti berusaha.

 Selamat menjadi pengusaha.

Feb

08

Perubahan Sebuah pertanyaan sederhana, apakah dengan menjadi diri sendiri berarti tidak perlu berubah? Saya salut dengan perusahaan Astra. Sistem managementnya terutama dalam merekrut pemimpin berikutnya sungguh luar biasa. Setiap orang yang sudah masuk dalam jajaran pimpinan maka mereka akan mendapatkan pelatihan sekitar tiga minggu. Lalu mereka di tempatkan kembali di pekerjaannya. Tidak lama setelah itu, orang penjualan akan ditempatkan di bagian produksi dan orang produksi ditempatkan bagian personalia. Mereka diputar ke departemen yang berbeda.

Beberapa diantara mereka akan mendapatkan pekerjaan ganda dengan gaji tetap, sebagian lainnya akan diperhadapkan dengan pekerja yang sangat vocal. Mereka diputar ke tempat yang berbeda dengan permasalahan yang belum pernah mereka hadapi. Tujuannya jelas, supaya terlihat kemampuan seseorang dalam menghadapi permasalahan yang pernah ada atau mungkin tidak terduga sama sekali. Mereka dilatih untuk melakukan sesuatu yang tidak pernah mereka lakukan.

Menjadi diri sendiri tidak berarti anti terhadap perubahan. Justru seperti setiap calon pemimpin di perusahaan Astra- selalu siap untuk berubah. Perubahan bukan hal yang buruk bahkan tanpa kita sadari setiap waktu yang ada di bumi ini selalu berubah. Pagi berubah menjadi siang, terang berubah menjadi mendung, tubuh kita pun berubah menjadi semakin dewasa dan akhirnya tua. Semua pasti berubah, lalu perubahan seperti apakah yang bisa kita lakukan sehingga kita tetap menjadi diri kita sendiri?

Saya sendiri menyatakan bahwa metode boleh berubah, arah dan tujuan kita pun bisa berubah tetapi prinsip itulah yang sesedikit mungkin kita ubah. Sebelum mengubah diri kita, kita harus memahami apakah itu berhubungan dengan prinsip hidup kita atau sekedar metode. Saya selalu siap untuk mengubah metode atau hal-hal lain yang bukan prinsip. Misalnya, saya suka memakai kaos dan sandal tetapi karena untuk menghormati orang lain saya mulai memakai sepatu dan kaos berkerah. Pakaian bukanlah masalah prinsip buat saya-mungkin buat yang lain itu masalah prinsip.

Mary McLeod Bethune seorang wanita kulit hitam yang tidak bisa membaca. Hanya saja dia tidak menyerah dengan keadaan dirinya. Seharusnya orang seperti dia tidak boleh masuk dalam sekolah apalagi sekolah kulit putih. Tetapi dia melakukannya bahkan dia membuat sekolah untuk orang kulit hitam lainnya. Dia berubah dan melakukan perubahan di lingkungannya. Selama itu masih berhubungan dengan kemampuan, kita pun harus berubah. Kita harus mengubah kemampuan kita, kita harus meningkatkannya. Tetapi kita harus berhati-hati dalam melakukan perubahan. Jangan sampai perubahan yang kita lakukan membuat kita tidak mengenal diri kita. Jangan juga perubahan dilakukan karena kita melihat semua orang berubah.

John Gray dalam buku Mens from Mars & Women from venus mengatakan laki-laki mempunyai kebiasaan masuk ke dalam gua untuk menyendiri. Scott Mac Millan (instruktur bela diri) mengatakan masuk ke dalam gua adalah keharusan bagi setiap orang dalam mengembangkan pribadinya. Dengan kata lain, sebelum melakukan perubahan masuklah ke dalam gua. Ini untuk melihat apakah perubahan yang akan kita lakukan merupakan perubahan yang kita inginkan dan sesuai dengan diri kita.

Memang tidak salah jika kita mendengar pendapat dari teman-teman kita tetang banyak hal, termasuk tentang diri kita sendiri. Juga tidak salah jika kita membaca banyak buku dan akhirnya mengerti banyak hal. Tapi jangan tergesa-gesa melakukan perubahan. Jangan sampai mendapatkan ide lalu langsung melakukan perubahan. Masuklah terlebih dulu ke dalam gua. Hanya Anda sendiri, diam di suatu tempat yang tidak diganggu oleh orang lain. Kalau perlu matikan HP. Jangan lupa sediakan Alkitab untuk mengoreksi setiap keputusan perubahan Anda. Disinilah Anda akan menemukan alasan mengapa perubahan Anda lakukan. Apakah karena pengaruh teman Anda, keharusan dari atasan Anda, supaya Anda dapat diterima di suatu komunitas, atau hal lain.

Berikan alasan yang jujur dalam diri Anda. Terus terang saya menemukan alasan-alasan yang negatif ketika saya memulai pelayanan ini. Perubahan harus saya lakukan. Tadinya saya pelayanan di tempat lain sekarang melakukan pelayanan sendiri. Saya temukan alasan seperti ingin lebih terkenal, menghasilkan uang tambahan, supaya dikagumi dll. Saya tulis semua alasan yang mungkin ada ketika perubahan akan saya lakukan. Lalu saya pikirkan perubahan seperti apa yang benar-benar akan saya lakukan. Saya hindari perubahan yang akhirnya alasan negatif itu menonjol. Misalnya supaya alasan menjadi terkenal tidak muncul lagi saya menggunakan nama belakang saya (sedikit orang yang mengetahuinya) atau kalau perlu menggunakan nama samaran. Untuk menghindari keinginan mengambil keuntungan, saya membagikannya secara gratis. Saya sengaja melakukan perubahan yang sangat berlawanan dengan alasan-alasan yang tidak saya inginkan tetapi saya akui itu muncul ketika saya ada di dalam gua.

Perubahan tidak bisa dilakukan sendiri. Karena saya sudah memiliki istri maka saya melibatkannya dalam perubahan tersebut. Saya diskusikan dengannya tentang perubahan-perubahan yang harus saya lakukan. Saya minta pendapatnya, perubahan apa yang membuat saya tidak menjadi diri saya sendiri dan melanggar prinsip hidup saya. Sangat baik juga kalau kita melibatkan mentor rohani kita untuk mendapatkan konfirmasi berhubungan dengan Firman Tuhan. Apakah perubahan yang kita lakukan sesuai dengan Firman Tuhan atau tidak.

Setelah semua itu dilakukan, mulailah berubah. Motivasi terbaik untuk berubah adalah supaya diri kita menjadi lebih baik bagi manusia ataupun bagi Tuhan. Selamat berubah.

Feb

08

Kata-kata itu sangat bagus buat siapa saja. Jadilah dirimu sendiri, begitulah kira-kira dalam bahasa Indonesianya. Hanya saja betulkah itu yang terjadi pada diri kita? Suatu hari saya berdebat dengan seseorang, lalu saya katakan kepadanya,”Begitulah saya dan saya mau jadi diri saya sendiri.” Itu alasan saya supaya saya tidak berubah dan tidak perlu pusing-pusing melakukan perubahan. Tetapi apakah kata-kata be your self merupakan alasan andalan supaya kita tidak berubah? Seperti apakah menjadi diri sendiri?

Saya sangat kagum dengan prinsip hidup Warren Buffett. Dia adalah orang terkaya kedua setelah Bill Gates. Dia sering meng’akuisisi’ perusahaan lain. Dia juga –seperti Bill gates- memiliki yayasan untuk membantu masyarakat. Hanya saja dia memutuskan sesuatu yang luar biasa. Dia berencana memberikan 85% warisannya ke yayasan yang dimiliki oleh Bill Gates. Ops… tidak salah. Bagaimana orang yang terkaya kedua memberikan kekayaannya kepada yayasan orang terkaya di dunia? Itulah yang mengagumkan. Dia tidak memakai namanya, atau anak-anaknya. Dia justru memberikan kepada orang lain. Bagi saya, Warren Buffett telah mengenal dirinya dan dia tidak perlu lagi berupaya supaya dirinya terkenal. Bukankah luar biasa? Bukankah sekarang jamannya orang memberikan bantuan supaya dirinya dikenal orang?

        Lihat saja bantuan bencana alam baik gempa maupun Tsunami. Bukankah mereka meminta nama mereka dicantumkan? Bahkan banyak artis yang menunjukan belas kasihan dengan datang ke tempat bencana lalu masuk ke dalam televisi. Jadilah pamornya meningkat. Bagaimana dengan gereja? Ada gereja yang mengembar-gemborkan telah membantu sekian juta supaya dihormati oleh orang lain. Bagi saya, orang yang mencari nama sebenarnya orang tersebut tidak mengenal dirinya sendiri. Kok bisa?

        Saya sering kagum dengan tokoh-tokoh terkenal. Luar biasa, mereka dapat melakukan banyak hal dan dikenal di Indonesia. AA Gym misalnya, dia sebegitu terkenal tetapi tahukah Anda bahwa dia terkenal karena menjadi dirinya sendiri? Sepuluh tahun sebelum dia terkenal, dia sudah sering memberikan dakwah dengan warna yang seperti sekarang. Awalnya tidak banyak yang suka, terlalu umum dan kelihatan tidak Islami. Saya masih ingat ketika bertemu denganya –tujuh tahun silam- dia begitu sederhana, seperti sekarang. Tetapi AA Gym mengerti akan dirinya dan akhirnya dia bisa terkenal justru karena dia menjadi dirinya sendiri. Tidak perlu mengikuti gaya Zainudin M.Z. Juga tidak mencoba menjadi orang lain.

        Ketika kebanyakan orang sedang membuat kerajaan di dunia, Warren Buffett justru tidak melakukannya bahkan dia melakukan sesuatu yang bertolak belakang dengan apa yang kebanyakan orang lakukan. Ketika gerakan Islam menuju Islam yang fanatic dengan FPI atau kegiatan lain AA Gym justru memberikan Islam yang damai. Inilah yang saya sebut menjadi dirinya sendiri. Tidak harus sama dengan orang lain, tidak juga harus mengikuti tren yang sedang berkembang. Tidak perlu ikut memakai baju seksi karena memang lagi musim baju adik. Tidak perlu juga bikin KKR karena semua sedang bikin KKR. Atau sekarang lagi musim Camp baik untuk kepemimpinan atau camp-camp lainnya. Jadi diri sendiri, berarti mampu memahami tentang dirinya dan berjalan sesuai dengan dirinya.

        Wajar jika suatu gereja yang dipanggil untuk melayani pemuda lalu gereja tersebut menyesuaikan diri dan berjiwa muda. Tetapi tidak perlu buat gereja yang tidak dipanggil untuk melayani pemuda lalu ikut-ikutan. Sangat penting buat siapapun juga untuk menjadi diri sendiri bukan menjadi orang lain. Hanya saja, saya melihat banyak pemimpin gereja justru mencoba menjadikan gerejanya atau jemaatnya menjadi orang lain. Misalnya dalam suatu kesempatan saya mendengar semua orang harus ikut paduan suara, harus ikut acara ini dan itu. Harus menginjili minimal 100 orang dalam satu tahun. Tidak peduli kemampuan dan talenta orang tersebut, mereka harus melakukan seperti yang gereja inginkan (bukan Tuhan inginkan). Untuk melegalkan apa yang para pemimpin lakukan munculah ayat-ayat pendukungnya.

        Kalau semua harus menginjili, siapa yang akan mengunjungi jemaat yang sudah ada? Kalau semua harus ikut kegiatan, siapa yang akan memikirkan perencanaan gereja? Saya sangat yakin, ketika Tuhan mengutus seseorang ke suatu tempat karena memang membutuhkan orang tersebut sebagai dirinya sendiri. Di sepak  bola, terdapat pemain depan, belakang, gelanggang dan keeper. Mereka harus menjadi diri mereka. Selama ini yang terkenal adalah para penyerang sedangkan pemain belakang jarang menjadi pemain terbaik apalagi keeper. Tetapi apakah keeper harus maju menjadi penyerang supaya bisa lebih terkenal?

        Beberapa minggu terakhir, saya merenungkan masa depan majalah ICL ini. Konsep yang berbeda dengan yang sudah ada, dibagikan secara cuma-cuma ke siapa saja, dan hanya saya sendiri penulisnya. Sepertinya konsep seperti ini tidak mungkin bertahan apalagi saya menggunakan uang pribadi untuk menggandakannya. Hanya saja saya tetap ingin ICL menjadi dirinya sendiri. Saya mempergumulkannya selama tiga tahun sampai kemudian dapat menerbitkan edisi pertama. Bukan hal yang mudah. Hanya saja, apakah menjadi diri sendiri berarti tidak berubah? Apakah sepuluh tahun kemudian ICL akan tetap seperti ini? Saya tidak bisa menjamin. Perubahan itu perlu dilakukan. Menjadi diri sendiri tidak berarti tidak melakukan perubahan tetapi juga tidak berarti berubah sesuai dengan keadaan di sekitar. Seandainya memang ICL harus berubah, perubahan yang terjadi bukan karena melihat orang lain berubah dan ingin menjadi seperti orang lain. ICL akan berubah tetapi tetap menjadi dirinya sendiri. Bagaimana dengan Anda? Bagaimana juga dengan pelayanan Anda?

 

February 2010
M T W T F S S
     
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Archives

© Copyright 2010 - SayaBisa.Com | Made by AppChain.com